Comscore Tracker

Keutamaan Baca 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi di Jumat Barokah

Yuk amalkan!

Jumat bagi umat muslim menjadi hari yang identik dengan keberkahan. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Nabi Shallallahualaihi wa Sallam menyampaikan, sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jumat.

Sebab Nabi Adam diciptakan di Jumat, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Kiamat pun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat. Bahkan dalam Islam menganjurkan umatnya melaksanakan amalan baik dengan membaca surah Al Kahfi ayat 1-10, sebagai bentuk mengharap rida dari Allah SWT dan menjauhkan diri dari fitnah Dajjal, sesuai riwayat Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu dalam Hadis Riwayat Muslim nomor 809.

Rasulullah Shallallahu bersabda, siapa yang menghafal 10 ayat pertama dari surah Al-Kahfi maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah). Berikut bacaan surah Al Kahfi ayat 1-10 beserta keutamannya.

1. Membaca 10 ayat Surah Al Kahfi akan dilindungi dari fitnah Dajjal

Keutamaan Baca 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi di Jumat BarokahIlustrasi Salat (IDN Times/Besse Fadhilah)

Sebagaimana pernyataan tersebut juga diperkuat oleh hadis-hadis berikut ini:

“Barang siapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dajal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami).

“Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman dajal), hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surah Al-Kahfi.” (HR Muslim)

“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surah Al-Kahfi, maka ia dilindungi dari dajal.” (HR Muslim)

“Barang siapa di antara kalian yang mendapatinya (dajal), hendaklah dia membacakan ayat-ayat pembuka surah Al-Kahfi kepadanya, karena bacaan itu melindungi kalian dari fitnahnya (dajal tersebut).” (HR. Abu Daud).

Baca Juga: 7 Cara Melatih Anak Berpuasa Menurut Surah Luqman

2. Bacalah Surah Al Kahfi, cahaya akan menerangi

Keutamaan Baca 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi di Jumat BarokahIlustrasi (IDN Times/Fikriyah Nurshafa)

Dalam Alquran, Al Kahfi merupakan surah ke-28 yang memiliki 110 ayat. Berarti penghuni-penghuni gua, surah Al Kahfi termasuk golongan surah-surah Makkiyah yang ayat-ayatnya turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surah-surah Makiyyah turun selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadan saat Nabi berusia 40 tahun. 

Dalam hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, keutamaan membaca surah Al Kahfi bagi umat Islam Insya Allah akan menerima ketenangan dalam hidup. Sepeti sabda hadis riwayat Al Hakim:

"Siapa yang membaca surah Al Kahfi pada hari Jumat, cahaya akan meneranginya di antara dua jumat."

3. Membaca Al Kahfi dosa dihapuskan dan mendapat keberkahan

Keutamaan Baca 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi di Jumat BarokahANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Selain mendapatkan ketenangan hidup, membaca surah Al Kahfi bagi umat muslim Insya Allah dihapuskan dosanya, dan diberikan pahala serta ganjaran atau disinari cahaya kebaikan. Serta diberkahi pula dengan Syafaat di hari pembalasan.

Hal ini tertera sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hadid ayat 12 yang berbunyi:


يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

Artinya:

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12)

Baca Juga: 5 Keistimewaan Bagi Orang yang Membaca dan Mengamalkan Surat Al-Kahfi

4. Bacaan 10 ayat Surah Al Kahfi lengkap huruf arab berserta terjemahan

Keutamaan Baca 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi di Jumat BarokahIlustrasi Salat (IDN Times/Besse Fadhilah)

Berikut bacaa Surah Al Kahfi ayat 1-10 dalam huruf Arab, latin beserta terjemahannya:

Ayat 1:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا

Al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā.

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; 

Ayat 2:
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā.

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. 

Ayat 3:
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

Mākiṡīna fīhi abadā

Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. 

Ayat 4:
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.” 

Ayat 5:
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. 

Ayat 6:
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

Ayat 7: 
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

Ayat 8:
وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

Wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

Ayat 9:
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā 

Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

Ayat 10:
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Nah, setelah tahu keutamaan dan bacaan Surah Al Kahfi sebaiknya kita amalkan yuk! Insyallah menambah pahala dan keberkahan hidup.

Baca Juga: 5 Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Setiap Hari Bagi Umat Muslim

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya