TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Nikmati Bunga Jengger Ayam di Taman Celosia Palembang, Pas Buat Selfie

Tempat wisata baru di Bumi Sriwijaya, lho

Taman Bunga Celosia Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Rona mencolok bunga jengger ayam memanjakan mata memandang. Sepintas melihat sekeliling, pesona warna-warni tanaman hias ini menyejukkan padangan siapa saja yang melihatnya. Sudut kiri dan kanan di Taman Bunga Celosia Palembang penuh corak kuning dan merah terang.

Berada di Jalan Letjen TNI Dr H Ibnu Sutowo, Talang Kelapa, Alang Alang Lebar, pengunjung tempat wisata teranyar Palembang ini hilir mudik dan keluar masuk kawasan cantik itu. Tersedia pula banyak spot berfoto.

Taman Celosia Palembang yang berada di lahan sekitar 3/4 hektar ini, baru dibuka pada 31 Desember 2020 lalu dan sudah ramai menjadi area favorit swafoto atau selfie.

Baca Juga: Rekomendasi Restoran Korea di Palembang, 8 Tempat Ini Bisa Dicoba

1. Jengger ayam mudah tumbuh di segala cuaca

Taman Bunga Celosia Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Melangkah kaki masuk ke Taman Celosia Palembang, pelancong tidak perlu mengeluarkan uang yang besar. Cukup Rp10.000 per orang, wisatawan bisa menikmati berbagai spot berfoto seperti rumah kayu, jembatan mini, kincir angin, hiasan jendela, dan sejumlah ayunan.

Pemandangan indah di Taman Celosia Palembang merupakan hasil karya Mirwan, pria paruh baya asal Lubuk Linggau yang sukses menanam 7.000 bunga jengger ayam. Mirwan membeli benih tanaman hias bernama latin Celosia cristata itu secara online. Ia pun menceritakan memilih tanaman yang berasal dari keluarga sayuran bayam tersebut.

"Warna jengger ayam cantik dan mudah tumbuh, baik cuaca panas atau dingin. Bahkan jika udara sejuk, usianya lebih panjang. Bunga ini maksimal tumbuh lima bulan," ujarnya.

Baca Juga: 9 Wisata Taman Bunga Celosia di Indonesia yang Nuansanya ala Eropa

2. Sebut wahana kekinian sudah jadi kebutuhan selfie masyarakat

Taman Bunga Celosia Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Mirwan membangun Taman Celosia Palembang di awal 2020. Ia menyebut COVID-19 yang menjadi pandemik di Palembang menjadi hambatan saat memasuki proses penyempurnaan wahana. Ia pun terpaksa menunda pembukaan Taman Celosia Palembang.

Terinspirasi dari aktivitas dan kebiasaan masyarakat saat ini, Mirwan mengaku, alasannya membuka Taman Celosia karena suka melihat orang lain mengambil potret. Apalagi menurutnya, publik menyukai tempat-tempat kekinian di zaman modernisasi seperti sekarang.

"Sudah jadi kebutuhan (selfie) siapa pun. Masyarakat terutama kaum millennials. Bahkan ibu-ibu pun hobi. Jadi mengapa tidak dimanfaatkan peluangnya, kita sediakan penunjang dengan bunga celosia," kata dia.

3. Kunjungan wisatawan tembus 1.000 orang per hari

Taman Bunga Celosia Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelum menjadi Taman Celosia Palembang, areal itu merupakan kaveling kosong di komplek perumahan. Ia harus menimbun tanah tambahan sebagai metode menyuburkan bunga jengger ayam.

Bahkan sebelum dikelola, lokasi Taman Celosia Palembang merupakan lahan rawa. Setelah pembangunan, area tersebut kini menjadi buruan masyarakat dalam maupun luar Kota Palembang. Bahkan sejumlah pengunjung berasal dari Banyuasin dan sekitarnya.

"Kita per hari bisa tembus seribu orang wisatawan, dominan anak muda, remaja, perempuan dan rombongan keluarga. Semua pengunjung tentu wajib pakai prokes," timpalnya.

Kendati berhasil merawat bunga jengger ayam hingga bermekaran dan melahirkan warna terang, ia mengaku sulit mencegah hama. Biasanya untuk mengusir benih penyakit Celosia, Mirwan menyemprotkan insektisida.

"Seringnya ulat dan belalang," tambah dia.

Baca Juga: Pengunjung Wisata Bird Park Palembang Menurun 70 Persen

Berita Terkini Lainnya