Comscore Tracker

Balap Sepeda dan Ski Air Tak Masuk Cabor PON Papua

Padahal dua cabor itu berpotensi sumbang emas

Palembang, IDN Times - Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2021 mendatang, resmi menetapkan balap sepeda dan ski air dieliminir sebagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Keputusan itu membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatra Selatan (Sumsel) kecewa, lantaran kedua cabor itu menjadi andalan yang berpotensi menyumbangkan emas.

"Ada 10 cabor yang tidak dimainkan di PON Papua, dua di antaranya ski air dan balap sepeda. Padahal kita punya potensi medali di cabor itu," ujar Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel, Ahmad Yani, Kamis (22/10/2020).

1. Kuota PON Papua untuk 6.442 atlet

Balap Sepeda dan Ski Air Tak Masuk Cabor PON PapuaIlustrasi atlet Sumsel sedang berlatih (IDN Times/Istimewa)

Cabor yang tidak dipertandingkan itu berdasarkan Surat Keputusan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON), ditandatangani pada Jumat (11/10/2020) lalu. Dalam aturan tersebut, PB PON hanya menetapkan 37 cabor yang diikutsertakan.

"Dengan 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan atau perlombaan, dan kuota atlet 6.442 orang," kata dia.

Baca Juga: PON Papua 2020 Diundur karena Corona, Atlet Sumsel Matangkan Mental  

2. Balap sepeda dan ski air sumbang emas di PON sebelumnya

Balap Sepeda dan Ski Air Tak Masuk Cabor PON PapuaIlustrasi lomba balap sepeda 2020. Dok IDN Times

Yani menuturkan, sebagai pihak yang tidak dapat mempertandingkan dua cabor andalan dari Sumsel, ia sangat menyayangkan keputusan yang berlaku. Artinya Sumsel tidak memiliki kesempatan Kontingen mendulang banyak medali emas.

"Selaku Waketum membidangi Binpres, sangat menyayangkan cabor yang tidak dipertandingkan. Karena sebelumnya tiga medali emas Sumsel itu di cabor ski air dan balap sepeda," tuturnya.

3. Ketum KONI Sumsel sayangkan keputusan PB PON Papua

Balap Sepeda dan Ski Air Tak Masuk Cabor PON PapuaKetum KONI Sumsel Hendri Zainudin (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Ketua Umum KONI Sumsel, Hendri Zainudin menambahkan, dirinya mengaku legowo dan terpaksa menerima keputusan PB PON Papua. Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki peringkat PON tahun depan dari prestasi di Jawa Barat 2016.

"Momen waktu itu (PON 2016) kita hanya ada di klasemen 21. Kalau sudah keputusan PB, kita tidak bisa apa-apa, dan Pengprov yang bersangkutan juga pasti sudah mengetahuinya," tandas dia.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Atlet Tak Dibayar, KONI Sumsel: Sudah Diberi Pinjaman

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya