Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Palembang Kritik Pemkot Malah Bagikan Beras saat Karhutla Meluas
Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
  • Warga Palembang mengkritik Pemkot yang menyalurkan beras saat karhutla meluas, karena mereka menilai pencegahan kebakaran dan penindakan pelaku lebih dibutuhkan.

  • Warga meminta pemerintah mengecek kesiagaan petugas di lokasi, menyelidiki kebakaran dekat perumahan, serta membuat aturan tegas untuk memberi efek jera pembakar lahan.

  • Pemkot Palembang menyalurkan 22 ton beras di 107 kelurahan bagi kelompok desil 1 dan 2 terdampak kabut asap, dari urunan ASN dan PPPK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Warga Palembang mengkritik penyaluran 22 ton beras oleh Pemkot Palembang saat kebakaran hutan dan lahan meluas, serta meminta langkah pencegahan dan penindakan terhadap pembakaran lahan.
  • Who?
    Ijal, Rosa, dan Yesi sebagai warga Palembang menyampaikan kritik dan tuntutan. Pemkot Palembang, ASN, PPPK, serta Ratu Dewa terlibat dalam penyaluran bantuan beras.
  • Where?
    Kritik muncul dari warga Talang Betutu, Talang Kelapa, dan Alang-alang Lebar. Bantuan beras didistribusikan di 107 kelurahan di Kota Palembang.
  • When?
    Ijal menyampaikan kritik pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pemkot Palembang sebelumnya menyalurkan bantuan beras pada 14 Oktober 2026, saat karhutla dan kabut asap terjadi.
  • Why?
    Warga menilai pencegahan karhutla, pemeriksaan kesiapsiagaan petugas, dan tindakan tegas terhadap pembakar lahan lebih dibutuhkan karena asap mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
  • How?
    Pemkot menyalurkan beras hasil urunan ASN dan PPPK kepada kelompok desil 1 dan desil 2 yang terdampak kabut asap, terutama warga kurang mampu dengan penghasilan menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Warga Palembang bilang asap dari kebakaran lahan makin banyak. Ijal, Rosa, dan Yesi mau pemerintah lebih tegas mencegah kebakaran dan mencari orang yang membakar. Yesi bilang anaknya batuk karena asap. Pemerintah Kota Palembang sudah membagi 22 ton beras untuk warga miskin yang kena dampak asap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan kabut asap, penyaluran 22 ton beras menunjukkan adanya kepedulian kolektif pemerintah kota, ASN, dan PPPK terhadap warga rentan yang penghasilannya terdampak. Distribusi di seluruh kelurahan juga memberi dukungan langsung bagi kelompok kurang mampu, sementara kritik warga memperjelas kebutuhan agar bantuan sosial berjalan seiring dengan perhatian lebih kuat pada pencegahan karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sejumlah warga Palembang mengkritisi sikap pemerintah kota yang bergerak memberi bantuan dan menyalurkan beras kepada masyarakat saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin meluas.

"Tujuan berbagi itu bagus, tapi kondisi sekarang yang lebih dibutuhkan masyarakat adalah tindakan preventif, bagaimana mencegah karhutla. Lihat siapa yang melakukan, bukan fokus bagi-bagi," kata Ijal, warga Talang Betutu Palembang kepada IDN Times, Rabu (21/10/2026).

1. Ingatkan pemkot cek petugas siaga di lokasi atau tidak

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tak hanya Ijal, menurut Rosa, warga Talang Kelapa, saat ini kondisi karhutla bukan hanya di area pinggiran Palembang, tetapi sudah di dalam kota. Sebab, ada dugaan kuat karhutla yang terjadi disengaja oleh perusahaan perumahan yang akan membuka lahan baru untuk bisnis properti.

"Mestinya pemerintah ini bisa lihat di tempat kebakaran yang terjadi ini. Beberapa area di dekat perumahan. Biasanya lahan yang sudah dibuka untuk area perumahan baru. Lihat dari developer mana, cari tahu, kan, bisa diedukasi atau disosialisasikan agar tidak ada kebakaran sengaja. Apalagi karhutla ini seringnya malam. Cek, apakah memang personel yang katanya jaga, siaga di tempat," jelas dia.

2. Warga minta pemkot buat hukuman yang jelas soal pembakaran lahan

Kondisi kabut asap di Palembang pagi ini (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, menurut Yesi, salah satu warga yang tinggal di sekitar Alang-alang Lebar dan juga memiliki satu orang balita, berharap Pemkot dapat bertindak tegas terhadap orang yang sengaja membakar lahan.

"Buat aturan kalau perlu, bagaimana mereka (orang yang sengaja membakar lahan) apakah dipenjara atau bagaimana. Biar ada efek jera. Jujur, tiap malam saya kesel, dongkol, anak saya batuk, ngerasa gak nyaman karena asap ini. Bukannya berkurang, malah makin rutin (karhutla)," jelas Yesi.

3. Sebut pembagian beras fokus masyarakat kurang mampu

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui sebelumnya, Pemkot Palembang menyalurkan bantuan 22 ton beras kepada masyarakat kelompok desil 1 dan desil 2 yang terdampak kabut asap akibat kebakaran karhutla. Beras itu didistribusikan serentak di 107 kelurahan di Kota Palembang. Bantuan beras berasal dari hasil urunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkot Palembang.

"Penyaluran beras ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan yang mengalami penurunan penghasilan akibat dampak kabut asap," kata Ratu Dewa 14 Oktober lalu.

Dia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama jajaran ASN dan PPPK terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan di tengah kondisi karhutla.

Curated For You

Editorial Team

Related Article