Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Sebelumnya, makna 'enjoy' ramai diperbincangkan di publik Kota Palembang. Sebab, Wali Kota Palembang Ratu Dewa sempat mengaku masih merasa 'enjoy' ketika kualitas udara buruk hingga menyebabkan sesak napas.
"Kalau saya sebenarnya sih ya, sampai sekarang tidak ya, karena mungkin saya enjoy-enjoy saja. Terus, aktivitas olahraga masih rutin, saya kira begitu. Tapi banyak yang mengeluh ke saya demikian (sesak napas)," kata Ratu Dewa, saat diwawancarai IDN Times, Senin (5/10/2026).
Setelah video pernyataan tersebut beredar, Pemkot Palembang mengeluarkan klarifikasinya. Pemkot Palembang mengklarifikasi bahwa diksi 'enjoy' yang diucapkan Ratu Dewa tidak merujuk pada rasa senang, nyaman, maupun ketidakpedulian terhadap kondisi warga yang tengah berhadapan dengan bencana kabut asap dan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Istilah tersebut diklaim sebagai bentuk penekanan mengenai pentingnya menjaga ketenangan, pengendalian diri, dan fokus seorang kepala daerah ketika memimpin dalam situasi krisis darurat.
Dalam siaran pers resmi tersebut juga, dikatakan bahwa sikap panik dari seorang pemimpin justru berpotensi mengganggu kejernihan berpikir, yang pada akhirnya akan menyulitkan proses pengambilan keputusan. Ia memastikan dirinya sangat memahami sekaligus merasakan keprihatinan atas kesulitan yang tengah mendera warganya akibat persoalan asap dan krisis air bersih.
"Tidak ada kata ‘enjoy’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis. Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat," tulis Pemkot Palembang dalam siaran persnya yang telah dipublikasikan pada 6 Oktober 2026.