ilustrasi anak sakit perut (freepik.com)
Sementara itu, Kepala Puskesmas Babat Toman, dr. Umi Chusnul Chotimah menjelaskan, saat mengetahui ada banyak siswa yang diduga mengalami keracunan, pihaknya langsung bergerak melakukan observasi terhadap 25 siswa yang datang dengan keluhan muntah-muntah dan nyeri perut.
"Sebanyak 24 anak diizinkan pulang setelah menjalani observasi ketat selama dua jam. Lalu 1 anak harus menjalani perawatan intensif dengan pemasangan infus akibat kondisi yang lebih mengkhawatirkan," ucapnya.
Terpisah, pemilik SPPG Muba Mangun Jaya 1, Ferdi Afriansyah, ketika dikonfirmasi, membenarkan soal sejumlah siswa yang mengalami pusing-pusing usai menyantap makanan. Namun, pihaknya membantah jika disebut keracunan, karena siswa lainnya dan sekolah lain yang juga disalurkan tidak mengalami kendala.
"Menu yang kita salurkan saat itu ayam geprek. Prosedur pengolahan sesuai SOP dan disalurkan pada sejumlah sekolah, tidak hanya SDN 1 Mangun Jaya. Siswa yang mengalami diduga keracunan tersebut karena lemah fisik saja, bukan dari makanan yang dikonsumsi. Saat ini sejumlah siswa sudah sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa," terangnya.