Demonstrasi koalisi pers di Sumsel menyikapi kasus kekerasan terhadap dua jurnalis di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Senada, Pimred Tribun Sumsel-Sriwijaya Post Prawira Maulana menegaskan, kehadiran insan pers dalam aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus tekanan agar kasus kekerasan terhadap jurnalis diusut hingga tuntas.
Menurutnya, kekerasan terhadap insan pers menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian kepolisian, terlepas dari siapa pun pihak yang terlibat.
"Harapannya, pertemuan hari ini adalah bentuk pressure dari kami bahwa jurnalisme hari ini sedang tidak baik-baik saja. Entah itu oknum, terduga, maupun pihak resmi yang melakukan tindak kekerasan terhadap insan pers," ujar Wira.
Prawira mengatakan, pihaknya mengapresiasi perkembangan penanganan perkara yang disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana. Namun, ia meminta polisi tidak berhenti pada penangkapan orang-orang yang diduga terlibat langsung dalam kekerasan.
Ia mendesak kepolisian mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik bentrokan tersebut.
"Pak Kapolda, kami melihat tadi Bapak sudah merilis ada dua tersangka yang ditangkap. Kami juga melihat banyak pihak yang terlibat dalam pemukulan tersebut. Selain meminta mereka ditangkap, kami juga mendesak aktor intelektualnya," katanya.