Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar Terkendala Lahan
Tampak dari depan papan nama Sekolah Rakyat di Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatra Barat terkendala pembebasan lahan, dengan pemerintah daerah masih kesulitan menyediakan lokasi pembangunan.

  • Dua sekolah direncanakan dibangun di Padang Pariaman dan Kabupaten Solok oleh Kementerian PU; pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai pada 2029.

  • Sebanyak 10 ribu siswa telah mengikuti Sekolah Rakyat. Di Kota Padang, dua sekolah berjalan untuk jenjang SMP dan SMA di lokasi berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatra Barat terkendala ketersediaan dan pembebasan lahan, sementara dua lokasi di Padang Pariaman dan Kabupaten Solok dinyatakan siap dibangun.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, pemerintah daerah di Sumatra Barat, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam penyiapan dan pembangunan Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Kendala terjadi di Sumatra Barat. Lokasi pembangunan yang siap berada di Padang Pariaman dan Kabupaten Solok; sekolah berjalan di Kota Padang berada di Balai Besar Pendidikan Kemensos dan Universitas Negeri Padang.
  • When?
    Situasi disampaikan Syaifullah Yusuf saat berkunjung ke Kota Padang pada Rabu, 7 September 2026. Seluruh pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung sebelum 2029.
  • Why?
    Pembangunan terhambat karena pemerintah daerah menghadapi kesulitan mendapatkan lahan untuk lokasi Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, penyediaan lahan di sejumlah daerah masih menunggu penyelesaian.
  • How?
    Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan, sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum ditunjuk sebagai penanggung jawab pembangunan sekolah tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatra Barat terkendala oleh pembebasan lahan yang menjadi masalah klasik di Ranah Minang selama ini.

"Memang kendala kita saat ini ada di lahan," kata Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, saat kunjungan ke Kota Padang, Rabu (7/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Daerah di Sumatra Barat mengeluhkan persoalan lahan yang sulit didapatkan tersebut hingga saat ini.

1. Baru 2 daerah yang siap

Sekolah Rakyat 10 Bogor (SRMP 10 Bogor). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, bahwa di Sumatra Barat saat ini ada dua lokasi sekolah yang akan siap dibangun di dua daerah.

"Sekolah yang akan dibangun itu ada di Padang Pariaman dan Kabupaten Solok," katanya.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pembangunan.

2. Harus rampung sebelum 2029

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat kunjungan ke Kota Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Syaiful mengatakan, pihaknya diberikan target oleh Presiden Prabowo Subianto hingga tahun 2029 seluruh pembangunan sekolah rakyat sudah rampung.

"Nantinya ditargetkan setiap kabupaten/kota di Indonesia ini harus memiliki sekolah rakyat mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa segera menyiapkan lahan untuk membangun sekolah rakyat tersebut.

"Kita masih terus melakukan berbagai koordinasi. Mudah-mudahan semuanya bisa segera selesai," katanya.

3. Sebanyak 10 ribu siswa telah bergabung

100 Siswa Sekolah Rakyat jadi Paduan Suara di Istana (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul mengatakan, untuk saat ini sudah ada sebanyak 10 ribu siswa yang tengah menimba ilmu di sekolah rakyat yang telah berjalan.

"Tahun ini sudah ada dua angkatan di setiap sekolah rakyat yang berjalan. Termasuk di Kota Padang ini ada dua sekolah," katanya.

Dua sekolah yang ada di Kota Padang tersebut merupakan sekolah tingkat SMP dan SMA yang berada di lokasi berbeda. Untuk tingkat SMP, berada di Bedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sosial. Sementara untuk tingkat SMA berada di gedung milik Universitas Negeri Padang (UNP).

Curated For You

Editorial Team

Related Article