Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
Dari sisi domino, efek karhutla, kata Sukanto, berimbas pada sektor kesehatan yang terganggu. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah persoalan utama. Kemudian, dari segi kesehatan dan pendidikan, perkembangan anak-anak juga terganggu.
"Termasuk sektor sosial mengalami kerugian ekonomi baik di sektor transportasi udara, darat, juga sungai terdampak," katanya.
Sukanto menyampaikan, di sektor pariwisata angka kunjungan wisatawan ke Sumsel juga menunjukkan kurva ke bawah. Akibat berbagai kerugian itu, pemerintah seharusnya bisa mencegah karhutla agar tidak terjadi. Namun, secara struktural, karhutla dianggap sebagai kondisi biasa dan dinormalisasi.
"Pencegahan harusnya bisa, karena sebelumnya BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca potensi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering," ujar Sukanto.
Sebelumnya, BMKG telah memprediksi kemarau pada 2026 bukan kemarau reguler, melainkan diperparah oleh fenomena El Niño dengan intensitas ekstrem atau dijuluki El Niño Godzilla. Kondisi itu berdampak pada kekeringan berlebih dan meningkatkan potensi karhutla.
"Seharusnya, peringatan dini itu dapat dijadikan acuan utama dalam mitigasi bencana serta perumusan langkah antisipatif sebelum karhutla terjadi," jelasnya.