Palembang, IDN Times - Aliansi BEM Nusantara Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar aksi jilid II untuk menuntut transparansi dan kejelasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyegel kantor Gubernur Sumsel secara simbolis sebagai bentuk kritik terhadap penanganan karhutla yang dinilai lamban dan tidak jelas.
Koordinator aksi Aliansi BEM Nusantara Sumsel, Ilham, mengatakan aksi tersebut semula diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas langkah konkret penanganan karhutla. Namun, Gubernur Sumsel Herman Deru tidak berada di tempat saat mahasiswa menggelar aksi.
"Hari ini, kami Aliansi BEM Nusantara Sumsel dengan berat hati, karena seharusnya kami berdialog dan mencari langkah konkret penanganan karhutla di Sumsel. Tetapi Gubernur Sumsel Herman Deru tidak ada di tempat," ungkap Ilham, Rabu (21/10/2026).
