Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Sampaikan Mosi Tidak Percaya ke Herman Deru, Segel Kantor Gubernur Sumsel
Demonstrasi mahasiwa di kantor Gubernur Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Aliansi BEM Nusantara Sumsel menggelar aksi jilid II menuntut transparansi dan langkah konkret penanganan karhutla yang dinilai lamban serta tidak jelas.

  • Karena Herman Deru tidak hadir untuk berdialog, mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya dan menyegel simbolis Kantor Gubernur Sumsel dengan spanduk protes.

  • Mahasiswa mendapat janji jawaban konkret dari Sekda Sumsel, akan memantau komitmen pemerintah, dan mengancam aksi lebih besar pada 28 Oktober bila karhutla belum tertangani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aliansi BEM Nusantara Sumsel menyampaikan mosi tidak percaya kepada Gubernur Herman Deru dan menyegel Kantor Gubernur Sumsel secara simbolis terkait tuntutan transparansi penanganan karhutla.
  • Who?
    Aliansi BEM Nusantara Sumsel yang dikoordinasikan Ilham, Gubernur Sumsel Herman Deru, serta Sekda Sumsel Edward Chandra terlibat dalam aksi dan pertemuan tersebut.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang. Herman Deru dilaporkan sedang berada di Penukal Abab Lematang Ilir dan Muara Enim.
  • When?
    Aksi jilid II digelar pada Rabu, 21 Oktober 2026. Mahasiswa menyatakan kemungkinan menggelar aksi lanjutan pada 28 Oktober apabila karhutla belum tuntas.
  • Why?
    Mahasiswa menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Sumsel lamban dan tidak jelas, sementara dialog langsung dengan Herman Deru tidak terlaksana.
  • How?
    Mahasiswa membentangkan spanduk penyegelan, menyampaikan mosi tidak percaya, dan mendesak panggilan video dengan gubernur melalui Sekda. Sekda menunjukkan foto kegiatan gubernur dan menjanjikan jawaban konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa BEM Nusantara Sumsel datang ke kantor gubernur karena mau bicara soal kebakaran hutan dan asap. Herman Deru tidak ada karena pergi ke PALI dan Muara Enim. Mahasiswa lalu memasang spanduk sebagai tanda kantor disegel. Mereka bilang tidak percaya dan akan datang lagi 28 Oktober jika masalah asap belum jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Aliansi BEM Nusantara Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar aksi jilid II untuk menuntut transparansi dan kejelasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyegel kantor Gubernur Sumsel secara simbolis sebagai bentuk kritik terhadap penanganan karhutla yang dinilai lamban dan tidak jelas.

Koordinator aksi Aliansi BEM Nusantara Sumsel, Ilham, mengatakan aksi tersebut semula diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas langkah konkret penanganan karhutla. Namun, Gubernur Sumsel Herman Deru tidak berada di tempat saat mahasiswa menggelar aksi.

"Hari ini, kami Aliansi BEM Nusantara Sumsel dengan berat hati, karena seharusnya kami berdialog dan mencari langkah konkret penanganan karhutla di Sumsel. Tetapi Gubernur Sumsel Herman Deru tidak ada di tempat," ungkap Ilham, Rabu (21/10/2026).

1. Sampaikan mosi tidak percaya ke Herman Deru

Penyegelan secara simbolis kantor Gubernur Sumsel di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ilham menyebut, upaya mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Gubernur Sumsel Herman Deru hari ini tidak terlaksana karena gubernur sedang berada di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim. Mahasiswa sempat mendesak Sekda Sumsel Edward Chandra untuk menghubungi Deru melalui panggilan video, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Edward hanya menunjukkan foto kegiatan Herman Deru yang sedang berada di luar kota. Kondisi ini membuat mahasiswa enggan berlama-lama berdialog dengan perwakilan Pemprov Sumsel.

"Tetapi Gubernur Sumsel Herman Deru hari ini tidak ada di tempat. Oleh karena itu, kami dari BEM Nusantara menaikkan tagline mosi tidak percaya terhadap gubernur Sumsel," jelasnya.

2. Mahasiswa segel kantor gubernur

Penyegelan secara simbolis kantor Gubernur Sumsel di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Mahasiswa kemudian menyatakan bahwa kantor Gubernur Sumsel disegel oleh rakyat sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Penyegelan dilakukan secara simbolis dengan membentangkan spanduk berisi pernyataan penyegelan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap tuntutan mereka terkait penanganan kabut asap yang tak kunjung serius dilakukan pemerintah.

"Hari ini kami menetapkan kantor gubernur Provinsi Sumsel dinyatakan disegel oleh rakyat," jelasnya.

3. Akan tagih janji dengan masa lebih besar

Demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski demikian, Ilham mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Sekda Sumsel. Dalam pertemuan itu, mahasiswa mendapat janji bahwa gubernur akan memberikan jawaban konkret terkait tuntutan mereka.

Aliansi BEM Nusantara Sumsel memastikan akan terus memantau dan menagih komitmen tersebut. Mereka juga memperingatkan bahwa aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar dapat digelar apabila penanganan karhutla belum menunjukkan hasil yang jelas.

"Mundur satu langkah bukan tanda kekalahan. Kita akan hadir lebih banyak. Pada 28 Oktober, kita pastikan gedung ini ketika karhutla belum tuntas, maka 28 Oktober adalah puncak dari segalanya," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article