Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswa Ajak Warga Palembang Turun Aksi Tuntut Penanganan Karhutla

Kota Palembang
2 min read
Mahasiswa Ajak Warga Palembang Turun Aksi Tuntut Penanganan Karhutla
Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)
  • BEM Unsri bersama mahasiswa perguruan tinggi Palembang akan menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sumsel, sekaligus mengajak masyarakat menuntut penanganan karhutla dan kabut asap lebih serius.

  • Mahasiswa menilai karhutla menyangkut keselamatan, kesehatan warga, dan keberlanjutan lingkungan; mereka menuntut penguatan pencegahan, perlindungan serta audit kawasan gambut rawan terbakar.

  • Tuntutan juga mencakup transparansi anggaran karhutla, pemenuhan kebutuhan kesehatan warga terdampak, penegakan hukum terhadap korporasi, serta pemantauan dan pemulihan lahan jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) bersama sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Palembang berencana menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berdampak pada masyarakat.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan BEM Unsri melalui Departemen Aksi dan Propaganda, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk terlibat dan membersamai aksi turun ke jalan tersebut.

Mahasiswa menilai persoalan karhutla tidak dapat dilihat hanya sebagai masalah asap yang muncul ketika terjadi kebakaran. Menurut mereka, karhutla berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan di Sumsel. Mahasiswa menyebut karhutla bukan sekadar persoalan asap, tetapi persoalan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah memperkuat pencegahan dan perlindungan kawasan gambut yang rawan terbakar. Mereka juga mendorong adanya audit terhadap wilayah gambut sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran berulang.

Selain itu, mahasiswa menyoroti penggunaan anggaran penanganan karhutla. Mereka meminta transparansi terhadap anggaran Bantuan Presiden (Banpres) maupun seluruh anggaran yang berkaitan dengan penanganan karhutla di Sumsel.

Mahasiswa juga meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap. Kebutuhan kesehatan bagi warga yang terdampak diminta untuk dipastikan terpenuhi.

Desakan juga diarahkan kepada penegakan hukum terhadap korporasi yang terlibat dalam karhutla. Mahasiswa meminta pemerintah mengambil tindakan tegas apabila ditemukan perusahaan yang terbukti terlibat dalam kebakaran.

Tidak hanya penanganan saat kebakaran terjadi, BEM Unsri juga meminta pemerintah memastikan adanya pemantauan dan penanggulangan dalam jangka panjang.

Hal itu dinilai penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan, termasuk memantau kondisi lahan gambut dan mencegah potensi kebakaran kembali terjadi.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap persoalan karhutla tidak hanya ditangani ketika asap sudah menyelimuti permukiman, tetapi juga melalui langkah pencegahan, penegakan hukum, pemulihan lingkungan, hingga perlindungan terhadap masyarakat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More