Wartawan Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Rachmad Kurniawan alami kekerasan saat peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)
Kericuhan bermula ketika rombongan mahasiswa yang tergabung dalam aksi demonstrasi tiba dengan mobil komando. Pada saat bersamaan, sekelompok pria berbaju hitam terlihat berada di lokasi sambil membagikan masker.
Situasi mulai memanas ketika mobil komando bergerak menuju pintu masuk Mapolda Sumsel. Sekelompok pria tersebut meminta mahasiswa turun dari kendaraan. Sopir mobil komando bahkan nyaris menjadi sasaran pemukulan. Polisi yang berjaga di lokasi sempat berupaya melerai perselisihan. Namun, situasi kembali memanas setelah kelompok pria berbaju hitam itu mengejar mahasiswa.
Di tengah kericuhan, Rachmad yang sedang melakukan siaran langsung melalui Facebook turut menjadi sasaran serangan. Meski telah mengaku sebagai wartawan, ia tetap ditarik dan dikeroyok. Rachmad mengaku diinjak-injak dan ditendang oleh para pelaku.
"Kepala saya sampai sekarang masih pusing," ujar Rachmad, Selasa (13/10/2026).