Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi 2 Jurnalis Palembang Dikeroyok di Depan Mapolda Sumsel saat Demo Karhutla
Jurnalis Tribun-sripo Rachmad Kurniawan dan Jurnalis PalTV Mulyadi jadi korban kekerasan dalam peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)
  • Demo mahasiswa terkait penanganan karhutla di depan Mapolda Sumsel berakhir ricuh setelah kelompok pria berbaju hitam menghadang rombongan mahasiswa.

  • Jurnalis Rachmad Kurniawan dan Mulyadi dikeroyok saat meliput; Rachmad diserang ketika siaran langsung, sementara Mulyadi diintimidasi untuk menghapus rekaman.

  • Keduanya dirawat di RS Bhayangkara Palembang akibat luka memar, sedangkan demonstrasi bubar setelah bentrokan; identitas kelompok pria berbaju hitam belum diketahui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Aksi demonstrasi mahasiswa terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Mapolda Sumatra Selatan (Sumsel) berakhir ricuh. Dua jurnalis yang meliput aksi tersebut menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria berbaju hitam yang berada di lokasi.

Kedua jurnalis tersebut adalah Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV. Keduanya mengalami luka setelah diserang saat meliput kericuhan di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026) sore.

1. Kronologi awal kekerasan

Wartawan Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Rachmad Kurniawan alami kekerasan saat peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)

Kericuhan bermula ketika rombongan mahasiswa yang tergabung dalam aksi demonstrasi tiba dengan mobil komando. Pada saat bersamaan, sekelompok pria berbaju hitam terlihat berada di lokasi sambil membagikan masker.

Situasi mulai memanas ketika mobil komando bergerak menuju pintu masuk Mapolda Sumsel. Sekelompok pria tersebut meminta mahasiswa turun dari kendaraan. Sopir mobil komando bahkan nyaris menjadi sasaran pemukulan. Polisi yang berjaga di lokasi sempat berupaya melerai perselisihan. Namun, situasi kembali memanas setelah kelompok pria berbaju hitam itu mengejar mahasiswa.

Di tengah kericuhan, Rachmad yang sedang melakukan siaran langsung melalui Facebook turut menjadi sasaran serangan. Meski telah mengaku sebagai wartawan, ia tetap ditarik dan dikeroyok. Rachmad mengaku diinjak-injak dan ditendang oleh para pelaku.

"Kepala saya sampai sekarang masih pusing," ujar Rachmad, Selasa (13/10/2026).

2. Akui ada intimidasi

Ilustrasi protes terhadap kekerasan jurnalis. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/

Senada, Mulyadi yang berada di lokasi kejadian mengaku menjadi korban penganiayaan serupa. Dirinya yang berusaha menolong rekannya ikut menjadi bulan-bulanan OTD. Selain mengalami kekerasan fisik, Mulyadi mengaku mendapat intimidasi agar menghapus rekaman video kericuhan. Telepon genggamnya juga sempat berusaha dirampas, tetapi gagal.

"Kami diintimidasi untuk menghapus video bentrokan tersebut. HP sempat coba dirampas, tapi tak berhasil," ucapnya.

3. Demonstrasi bubar setelah bentrok

Ilustrasi protes terhadap kekerasan jurnalis. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/

Akibat kejadian penganiayaan ini, Rachmad dan Mulyadi harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Keduanya harus menjalani perawatan akibat luka memar akibat pengeroyokan yang terjadi.

Sementara, aksi demonstrasi yang seharusnya digelar untuk mengkritisi kinerja aparat kepolisian dalam menangani karhutla bubar setelah demonstran dihadang dan bentrokan terjadi. Identitas kelompok pria berbaju hitam yang terlibat dalam kericuhan tersebut belum diketahui.

Curated For You

Editorial Team

Related Article