Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemiskinan di Palembang Turun 0,69 Persen, Tapi Tetap Lampaui Angka Nasional
ilustrasi potret kemiskinan (pexels.com/Pixs Storage)
  • Persentase penduduk miskin Palembang pada Maret 2026 mencapai 8,35 persen, turun 0,69 poin dari 9,04 persen pada Maret 2025, tetapi masih di atas angka nasional 8,25 persen.

  • Palembang menempati posisi ketiga daerah dengan kemiskinan terendah di Sumatra Selatan, setelah Pagar Alam 7,12 persen dan Banyuasin 8,28 persen.

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan Palembang turun menjadi 1,22 dan Indeks Keparahan Kemiskinan menjadi 0,27; pemkot menargetkan program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif serta tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Maret 2025

Persentase penduduk miskin Palembang tercatat 9,04 persen. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan kemudian menjadi pembanding bagi penurunan pada Maret 2026.

September 2025

Rata-rata persentase penduduk miskin Sumatera Selatan berada di angka 10,15 persen.

Maret 2026

Angka kemiskinan Palembang turun menjadi 8,35 persen, tetapi masih di atas angka nasional 8,25 persen. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun menjadi 1,22 dan Indeks Keparahan Kemiskinan menjadi 0,27.

Sabtu (17/10/2026)

Diskominfo Palembang menyampaikan data BPS bahwa persentase penduduk miskin turun 0,69 persen dibandingkan Maret 2025.

Minggu (18/10/2026)

Pemkot Palembang menyatakan akan mengupayakan program penanggulangan kemiskinan bersama para pemangku kepentingan agar efektif dan tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Persentase penduduk miskin Kota Palembang pada Maret 2026 tercatat 8,35 persen, turun dari 9,04 persen pada Maret 2025, namun masih di atas angka kemiskinan nasional 8,25 persen.
  • Who?
    Penduduk miskin Kota Palembang menjadi kelompok yang tercatat dalam data BPS. Kepala Diskominfo Kota Palembang Kemas Haikal menyampaikan data dan upaya pemerintah kota menangani kemiskinan.
  • Where?
    Kota Palembang, Sumatra Selatan. Palembang menempati urutan ketiga daerah dengan angka kemiskinan terendah di Sumatra Selatan, setelah Kota Pagar Alam dan Kabupaten Banyuasin.
  • When?
    Data kemiskinan dicatat pada Maret 2026 dan disampaikan Kemas Haikal pada 17–18 Oktober 2026. Perbandingan penurunan menggunakan data Maret 2025.
  • Why?
    Angka kemiskinan dihitung menggunakan sejumlah indikator, termasuk Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 1,22 dan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,27 pada Maret 2026.
  • How?
    Pemerintah Kota Palembang bersama pemangku kepentingan mengupayakan program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran. P1 turun 0,18 poin dan P2 turun 0,05 poin dibandingkan Maret 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang, jumlah orang miskin turun jadi 8,35 persen pada Maret 2026. Dulu angkanya 9,04 persen. Tapi angka ini masih sedikit lebih tinggi dari angka Indonesia, yaitu 8,25 persen. Pak Kemas Haikal bilang pemerintah kota sedang menjalankan bantuan agar sampai kepada orang yang membutuhkan. Palembang jadi urutan ketiga paling rendah di Sumatra Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penurunan persentase kemiskinan Palembang menjadi 8,35 persen pada Maret 2026 mencerminkan perbaikan yang terukur, termasuk berkurangnya kedalaman dan keparahan kemiskinan. Posisi Palembang sebagai daerah dengan angka kemiskinan ketiga terendah di Sumatra Selatan juga menunjukkan upaya program pemerintah dan pemangku kepentingan berjalan ke arah yang lebih tepat sasaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Angka kemiskinan Kota Palembang pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,35 persen. Nilai itu masih lebih tinggi daripada tingkat kemiskinan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan nasional berada pada 8,25 persen. Namun, meski lebih tinggi dari nasional, angka kemiskinan kota tertua Indonesia ini mengalami penurunan 0,69 persen dari periode yang sama pada tahun 2025.

"Data resmi BPS Palembang per Maret 2026, persentase penduduk miskin turun 0,69 persen dibandingkan Maret 2025 yang masih di angka 9,04 persen," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang, Kemas Haikal, dikutip Sabtu (17/10/2026).

1. Upayakan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran

ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Austin Garcia)

Haikal menyampaikan, berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Palembang menempati posisi ketiga terendah se-Sumatra Selatan (Sumsel). Data itu diolah dari GoodStats dengan rata-rata persentase penduduk miskin Sumsel berada di angka 10,15 persen pada September 2025.

"Kami berupaya agar program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemkot bersama seluruh stakeholder berjalan efektif dan tepat sasaran," ujar Kadiskominfo Palembang Kemas Haikal dikutip, Minggu (18/10/2026).

2. Palembang, Banyuasin dan Pagaralam masuk daerah rendah angka kemiskinan

ilustrasi potret kemiskinan (pexels.com/Guduru Ajay bhargav)

Secara rinci, beberapa wilayah di Sumsel yang masuk dalam posisi ketiga terendah angka kemiskinan pada data Maret 2026 yakni Kota Pagar Alam dengan 7,12 persen (turun dari 7,70 persen pada 2025), Kabupaten Banyuasin 8,28 persen (turun dari 8,48 persen pada 2025), dan Kota Palembang 8,35 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk miskin semakin dekat ke Garis Kemiskinan," kata dia.

3. Angka kemiskinan dinilai dari berbagai indikator

ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Najmul Hasan Mahedi)

Lebih lanjut, ia menyampaikan, dari data BPS yang tercatat, perhitungan angka kemiskinan tiap daerah dilihat dari berbagai indikator utama. Pertama, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) sebesar 1,22. Angka tersebut katanya menurun 0,18 poin dari Maret 2025 menjadi 1,22 pada Maret 2026. Kedua, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sebesar 0,27. Angka itu, lanjut Haikal, menurun 0,05 poin dari Maret 2025 menjadi 0,27 pada Maret 2026.

"Ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri semakin mengecil dan semakin merata," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article