Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tidak hanya dipengaruhi oleh cuaca panas dan kemarau. Aktivitas manusia serta kondisi ekosistem yang rentan terbakar juga menjadi faktor yang membuat kebakaran sulit dicegah.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) sekaligus Dosen Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI), Daryono, menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang memengaruhi terjadinya karhutla, yakni iklim dan cuaca, aktivitas manusia, serta kerentanan ekosistem.
Menurutnya, karhutla merupakan persoalan lingkungan dan kebencanaan yang kompleks. Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lahan, tetapi juga penyebaran asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kualitas lingkungan.
"Penanganan karhutla perlu dipahami bukan semata-mata sebagai upaya memadamkan api, melainkan sebagai bagian dari pengelolaan risiko bencana yang dimulai jauh sebelum kebakaran terjadi," ungkap Daryono, Rabu (14/10/2026).
