Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotspot Sumsel Melonjak, Udara Palembang Sangat Tidak Sehat
Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Palembang kembali mencatat kualitas udara sangat tidak sehat dengan ISPU 282 pada 29 September 2026, memburuk dari angka 172 sehari sebelumnya; PM2,5 menjadi parameter utama.

  • Tiga wilayah lain berstatus tidak sehat, yakni PALI dengan ISPU 184, Musi Banyuasin 112, dan Musi Rawas 104; Prabumulih, Muara Enim, serta Lahat berkategori sedang.

  • Hotspot Sumsel melonjak menjadi 1.776 titik dalam pemantauan 24 jam, sementara karhutla tercatat 76 kejadian dan penanganannya difokuskan di enam wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali meningkat setelah sempat turun tajam. Kondisi udara di sejumlah wilayah juga masih berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan data terbaru, menunjukkan jumlah hotspot dalam pemantauan 24 jam hingga Selasa (29/9/2026) mencapai 1.776 titik.. Sementara laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) DLHP Sumsel pada pukul 06.00 WIB menunjukkan tiga wilayah masih masuk kategori tidak sehat dan satu wilayah dalam kategori sangat tidak sehat

Berikut kondisi terbaru ISPU dan karhutla di Sumsel pagi ini yang dirangkum IDN Times dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel.

1. Palembang kembali sangat tidak sehat

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kualitas udara Palembang kembali memburuk. Angka ISPU mencapai 282, sehingga masuk kategori sangat tidak sehat. Angka tersebut terutama terlihat dari PM2,5 yang mencapai 282, sedangkan PM10 berada di angka 193.

Kondisi ini memburuk dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Senin (28/9/2026), ISPU Palembang masih berada di angka 172 atau kategori tidak sehat. Artinya, dalam satu hari kualitas udara Palembang kembali naik ke level sangat tidak sehat.

2. Tiga wilayah lainnya masih tidak sehat

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain Palembang, tiga wilayah lain juga masuk kategori tidak sehat. PALI mencatat angka ISPU 184, kemudian Musi Banyuasin 112 dan Musi Rawas 104.

Sementara itu, Prabumulih, Muara Enim dan Lahat masih berada dalam kategori sedang. Dari tujuh wilayah yang memiliki data, terdapat satu wilayah sangat tidak sehat, tiga tidak sehat dan tiga lainnya sedang.

3. Hotspot kembali melonjak, terbaru mencapai 1.776 titik

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Jumlah titik panas dalam beberapa hari terakhir kembali menunjukkan kenaikan. Pada 24 September tercatat 456 hotspot, kemudian naik menjadi 614 pada 25 September dan melonjak menjadi 1.468 titik pada 26 September.

Jumlahnya turun menjadi 761 pada 27 September dan 683 pada 28 September. Namun, berdasarkan pemantauan 24 jam terbaru yang diperbarui 29 September, jumlah hotspot mencapai 1.776 titik.

Angka ini menunjukkan aktivitas titik panas kembali meningkat setelah sempat menurun dalam dua hari sebelumnya.

4. Kejadian karhutla masih tinggi, penanganan di 6 wilayah

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Jumlah kejadian karhutla juga masih cukup tinggi. Setelah turun hingga 40 kejadian pada 25 September, angkanya kembali naik menjadi 72 kejadian pada 26 September dan 79 kejadian pada 27 September.

Pada 28 September tercatat 76 kejadian. Penanganan karhutla masih difokuskan di enam wilayah, yakni OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.

Dengan kondisi tersebut, hotspot kembali melonjak dan kualitas udara Palembang memburuk, meski beberapa daerah lain masih berada pada kategori sedang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article