Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Palembang Lagi Turun, Gen Z Buru Perhiasan Demi Tren

Kota Palembang
2 min read
Harga Emas Palembang Lagi Turun, Gen Z Buru Perhiasan Demi Tren
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Stephen Leonardi)
  • Harga emas di Palembang pada 8 Oktober 2026 turun, dengan Antam melemah Rp15 ribu per gram dan perhiasan mulai Rp13,6 juta per suku.

  • Sejak 24 September, pembeli didominasi Gen Z yang memburu cincin, gelang, dan anting gramasi kecil untuk investasi sekaligus tren fesyen.

  • Animo pembelian emas naik sekitar 65-68 persen setelah Lebaran 2026, didorong pengalihan uang THR ke investasi emas dan penurunan harga sejak September.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Harga emas Palembang pada 8 Oktober 2026 terpantau menurun. Emas batangan Antam melandai Rp15 ribu per gram, sedangkan perhiasan stagnan di angka mulai dari Rp13,6 juta per suku atau setara dengan 6,7 gram. Kondisi harga yang berada di level tanda panah ke bawah membuat sejumlah Gen Z memburu perhiasan sebagai bentuk investasi dan tren fesyen.

"Perhiasan gramasi kecil udah banyak mulai dari 8 karat dan harganya under sejutaan. Daripada nongkrong, mending beli emas kalau disimpen lama bisa jadi investasi sekalian gaya," kata Inuy.

  1. 1. Pembelian emas sejak akhir September dominan gen Z

    Ilustrasi perhiasan emas berkilau sebagai aksesori logam mulia dengan tampilan elegan dan bernilai tinggi.
    ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Melike B)

    Sementara itu, menurut salah satu pedagang toko emas di Palembang, Awi, semenjak harga emas mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, sejumlah generasi muda, terutama Gen Z, memanfaatkan momen untuk membeli perhiasan.

    "Dari tanggal 24 September rata-rata pembeli anak muda. Banyak yang Gen Z. Mereka beli kebanyakan perhiasan, cincin, gelang dan antingan ukuran (gram) rendah, seperempat suku (1 suku setara 6,7 gram)," ujarnya.

  2. 2. Emas konsisten turun sejak September 2026

    Ilustrasi beragam perhiasan emas, termasuk cincin, gelang, dan kalung, sebagai koleksi aksesori bernilai tinggi.
    ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Vaibhav Nagare)

    Selain emas perhiasan, kata Awi, sebagian pembeli juga memilih logam mulia untuk investasi jangka panjang. Sebab penurunan harga emas merupakan momen yang langka.

    "Baru bulan kemarin emas ini konsisten turun (harga emas) dari awal tahun kan naik terus," kata dia.

  3. 3. Peningkatan pembelian emas naik di atas 65 persen

    Koleksi perhiasan emas seperti cincin, gelang, dan kalung tersusun sebagai ilustrasi nilai dan keindahan emas.
    ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/El Jundi)

    Awi menyampaikan bahwa, melihat data pembeli sejak libur Lebaran 2026 berakhir, rata-rata animo konsumsi masyarakat bertambah lebih dari 60 persen. Apalagi, katanya, tunjangan hari raya mendorong warga sengaja melakukan investasi dengan mengalihkan uang ke emas.

    "Sekitar 65-68 persen (peningkatan pembeli)," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More