Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Cabai di Palembang Tinggi, Ratu Dewa Bicara Dampak El Nino
Pedagang cabai melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/)
  • Harga cabai merah di pasar tradisional Palembang menembus lebih dari Rp70 ribu per kilogram, menjadi salah satu harga tertinggi sepanjang September 2026.

  • Wali Kota Ratu Dewa menyebut El Nino, cuaca panas, dan kemarau panjang memicu bunga cabai rontok, gagal panen, serta keterbatasan pasokan.

  • Pemkot Palembang menyiapkan kerja sama antardaerah, operasi pasar, pasar murah, dan pemantauan pasar untuk mencegah kenaikan sepihak serta penimbunan barang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga komoditas hortikultura, terutama cabai merah, meningkat di pasar tradisional Palembang hingga lebih dari Rp70 ribu per kilogram.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Bidang SSDP Disdag Kota Palembang Elsa Noviani, pedagang pasar tradisional, dan masyarakat Palembang terlibat dalam situasi kenaikan harga pangan.
  • Where?
    Kenaikan dan pemantauan harga terjadi di Palembang, termasuk Pasar KM 5, Pasar Lemabang, Pasar Soak Bato, Pasar 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir.
  • When?
    Harga sejumlah komoditas mencapai tingkat tertinggi sepanjang September 2026. Ratu Dewa menyampaikan keterangan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Why?
    El Nino, cuaca panas, dan kemarau panjang menyebabkan bunga cabai rontok serta gagal panen di sejumlah daerah, sehingga pasokan cabai terbatas dan harga naik.
  • How?
    Pemerintah Kota Palembang menyiapkan kerja sama antardaerah, operasi pasar, tambahan cadangan pangan, pasar murah, serta pemantauan rutin untuk mencegah kenaikan harga dan penimbunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga cabai merah di Palembang naik sampai lebih dari Rp70 ribu satu kilo. Wali Kota Ratu Dewa bilang cuaca panas dan kemarau panjang membuat banyak bunga cabai jatuh, jadi panennya gagal. Pemerintah sekarang memantau pasar, menyiapkan pasar murah, dan meminta orang tidak membeli terlalu banyak. Pedagang juga tidak boleh menimbun barang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan El Nino terhadap pasokan cabai, respons Palembang menunjukkan upaya perlindungan konsumen yang terarah. Pemerintah menyiapkan kerja sama antardaerah, operasi pasar, cadangan pangan, dan pasar murah, sambil memperkuat pemantauan pasar tradisional. Pengawasan serta imbauan terhadap penimbunan dan kenaikan harga sepihak memberi dasar bagi stabilitas yang lebih terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Harga sejumlah komoditas hortikultura di Palembang mengalami kenaikan. Bahkan sebagian komoditas mengalami harga tertinggi sepanjang September 2026. Salah satunya adalah harga cabai merah yang tembus lebih dari Rp70 ribu per kilogram di pasar tradisional.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut fenomena El Nino sebagai salah satu penyebab beberapa harga komoditas mengalami lonjakan signifikan. Katanya, dampak lanjutan El Nino dan kondisi cuaca panas serta kemarau panjang berpengaruh terhadap ketersediaan sejumlah komoditas pangan.

"Termasuk cabai, kondisi cuaca menyebabkan bunga cabai rontok dan gagal panen di sejumlah daerah sehingga pasokan menjadi lebih terbatas dan berdampak terhadap kenaikan harga," ujarnya, Jumat (2/10/2026).

1. Jalin kerjasama antar daerah dan operasi pasar jadi langkah pemkot

Pedagang cabai dan sayur di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dewa menyampaikan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan di lingkungan masyarakat untuk menjaga agar harga komoditas tidak kembali melonjak adalah dengan tidak melakukan panic buying. Sebab, kondisi tersebut akan memengaruhi tingkat daya beli masyarakat.

"Dari sisi pemerintah, kami akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan menjalin kerja sama antardaerah, operasi pasar dan rencana penambahan cadangan pangan. Untuk usaha kestabilan harga, akan digelar pelaksanaan pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan," jelas dia.

2. Janjikan monitoring dan tinjaua harga pangan di pasar tradisional

Ilustrasi pedagang cabai merah di pasar (ANTARA FOTO)

Sementara menurut Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Disdag Kota Palembang, Elsa Noviani, upaya pemerintah menjaga harga pangan tidak meroket lebih tinggi adalah melakukan kegiatan dan monitoring rutin di pasar.

Langkah tersebut, katanya, bertujuan untuk memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok melebihi ketetapan pemerintah secara sepihak.

"Kami menggencarkan pemantauan di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang melebihi batas ketetapan pemerintah," ujarnya.

3. Minta pedagang tak menimbun stok pangan

Ilustrasi pedagang cabai, bawang, dan sembako lainnya di pasar tradisional. (IDN Times/Yuko Utami)

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjalani pengawasan tersebut. Terutama menyasar sejumlah lapak pedagang di pasar tradisional seperti Pasar KM 5, Pasar Lemabang, Pasar Soak Bato, Pasar 10 Ulu dan Pasar 16 Ilir.

Elsa mengatakan, Pemerintah Kota Palembang juga mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan situasi keterbatasan pasokan untuk meraup keuntungan berlebih.

"Kami mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga kebutuhan pokok melebihi ketetapan ataupun menimbun barang. Pihak yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article