Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Didemo Mahasiswa soal Karhutla, Herman Deru Akhirnya Minta Maaf
Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Mahasiswa Unsri dan kampus lain di Palembang berdemo menuntut pemerintah Sumsel lebih serius menangani kabut asap karhutla, serta memberi kartu merah kepada Gubernur Herman Deru.

  • Herman Deru meminta maaf kepada warga yang terdampak kabut asap, mengapresiasi pihak pemadam, dan menyebut karhutla sebagai koreksi pemerintah menghadapi El Nino.

  • Mahasiswa menuntut pencegahan karhutla jangka panjang, perlindungan gambut, transparansi anggaran, prioritas kesehatan warga, tindakan tegas terhadap korporasi, serta pemantauan pemulihan lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa menggelar demonstrasi terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, mendesak penanganan lebih serius. Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak.
  • Who?
    Mahasiswa Universitas Sriwijaya dan kampus lain di Palembang, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, TNI, Polri, bupati, wali kota, masyarakat peduli api, serta warga terdampak kabut asap.
  • Where?
    Aksi berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumatra Selatan di Palembang. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra Selatan.
  • When?
    Herman Deru menyampaikan permohonan maaf pada Senin, 6 Oktober 2026, ketika asap akibat karhutla dilaporkan belum reda di Sumatra Selatan.
  • Why?
    Mahasiswa menilai penanganan karhutla lamban dan menyoroti dampak asap terhadap aktivitas, keselamatan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.
  • How?
    Mahasiswa menyerahkan kartu merah dan mengajukan lima tuntutan, termasuk pencegahan kebakaran, audit gambut, transparansi anggaran, layanan kesehatan, penindakan korporasi, serta pemantauan jangka panjang. Herman Deru meminta maaf dan mengapresiasi upaya pemadaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Suara mahasiswa menggema di depan Kantor Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel). Mereka datang membawa keresahan yang selama beberapa hari terakhir dirasakan masyarakat: kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum juga reda.

Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bersama sejumlah mahasiswa dari kampus lainnya di Palembang turun ke jalan untuk mendesak pemerintah lebih serius menangani karhutla. Mereka meminta Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan sikap yang jelas mengenai penanganan karhutla dan langkah yang akan dilakukan pemerintah.

Dalam demonstrasi itu, mahasiswa memberikan kartu merah kepada Herman Deru sebagai tanda peringatan keras atas lambannya penanganan karhutla.

1. Apresiasi pihak yang sudah berjuang melakukan pemadaman

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Di tengah aksi tersebut, mahasiswa juga meminta Herman Deru menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumsel yang terdampak kabut asap. Desakan itu kemudian dijawab langsung oleh Herman Deru.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel.

"Kepada seluruh masyarakat Sumsel, terima kasih atas seluruh upaya bantuan TNI, Polri, para bupati dan wali kota, serta masyarakat peduli api yang telah berjuang. Sampai hari ini, asap belum reda di Sumsel," ujar Herman Deru, Senin (6/10/2026).

2. Ucapkan permohonan maaf

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Herman Deru mengatakan kondisi karhutla yang masih berlangsung menjadi perhatian pemerintah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut turun dalam penanganan kebakaran.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi koreksi bagi pemerintah untuk menghadapi fenomena El Nino dengan langkah yang lebih bijak sehingga tidak kembali menimbulkan dampak terhadap masyarakat.

"Maka saya sebagai gubernur dan pemimpin provinsi ini menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman dengan kejadian ini," katanya.

3. Mahasiswa soroti dampak karhutla

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Bagi mahasiswa, persoalan karhutla tidak berhenti pada asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Dampaknya menyentuh persoalan keselamatan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi memperkuat pencegahan dan memastikan persoalan lingkungan ditangani dalam jangka panjang.

Dalam pernyataan sikap BEM Unsri melalui Departemen Aksi dan Propaganda, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan. Pertama, pemerintah diminta memperkuat pencegahan dan perlindungan kawasan gambut yang rawan terbakar, termasuk melakukan audit terhadap wilayah gambut.

Kedua, mahasiswa mendesak adanya transparansi anggaran Bantuan Presiden (Banpres) serta seluruh anggaran yang digunakan untuk penanganan karhutla. Ketiga, keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak asap diminta menjadi prioritas. Pemerintah juga didesak untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi.

Keempat, mahasiswa meminta tindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam karhutla. Terakhir, mereka mendorong adanya pemantauan dan penanggulangan jangka panjang untuk memastikan proses pemulihan berjalan, termasuk kondisi lahan gambut dan potensi kebakaran berulang.

Bagi mahasiswa, kabut asap yang dirasakan masyarakat menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak cukup diselesaikan hanya dengan memadamkan api.

Curated For You

Editorial Team

Related Article