Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dapur MBG Mangun Jaya 1 Ditutup Sementara Imbas Siswa Keracunan
Para siswa SDN 1 Mangun Jaya saat mendapatkan perawatan usai diduga keracunan menu MBG di sekolah. (Dok. IDN Times)
  • Kasus serupa pernah terjadi pada September 2025 atau hanya berselang dua hari setelah dapur tersebut mulai beroperasi

  • Disdikbud Muba memastikan penanganan terhadap peserta didik berjalan dengan baik

  • Saat ini pihak penyedia atau dapur pengolah MBG Mangunjaya 1 masih dimintai keterangan oleh kepolisian

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times -‎ Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunjaya 1, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), resmi ditutup sementara setelah dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SD Negeri 1 Mangunjaya. Penutupan dilakukan menyusul kejadian pada 30 September 2026.

Diketahui, sebanyak 25 siswa dilaporkan mengalami keluhan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan dari dapur tersebut.

Dugaan keracunan ini bukan kejadian pertama yang terjadi di dapur SPPG Mangunjaya 1. Setahun sebelumnya, pada September 2025, kejadian serupa terjadi yang melibatkan 9 siswa yang mengalami keracunan.

1. Sampel makanan diambil untuk pemeriksaan laboratorium

Ilustrasi tumpukan tempat makanan bergizi gratis yang akan dibagikan saat pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Mataram di Kota Mataram, NTB, Senin (13/1/2025). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Koordinator Wilayah (Korwil) atau Kepala SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Muba, Oking Candra, mengatakan kasus serupa pernah terjadi pada September 2025 atau hanya berselang dua hari setelah dapur tersebut mulai beroperasi.

"Saat itu, ada 9 siswa SD Negeri 3 Mangunjaya yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Bahkan dapur ini sempat di-suspend selama tiga bulan," ujarnya, Minggu (4/10/2026).

Kasus terbaru kembali menjadi perhatian karena kali ini korbannya cukup banyak. Oking menjelaskan, menu yang disajikan saat kejadian terdiri dari nasi, ayam krispi berbalut sambal merah, tempe ungkep, sayur sop dan buah kelengkeng.

Sampel makanan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Palembang guna mengetahui kandungan atau faktor yang diduga menyebabkan para siswa mengalami keluhan.

"Kami langsung meneruskan laporan ke KPPG Provinsi, serta meminta laporan tertulis secara resmi dari kepala SPPG yang bersangkutan agar penanganan berjalan transparan dan akuntabel," terangnya.

2. Disdikbud Muba adakan pertemuan dengan wali siswa dan SPPG

Pihak Disdikbud Muba saat mendatangi SD Negeri 1 Mangunjaya usai kasus dugaan keracunan puluhan siswa. (Dok. Disdikbud Muba)

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muba terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SD Negeri 1 Mangun Jaya.

"Pada Jumat kemarin dilakukan pertemuan dan komunikasi bersama wali siswa, pihak pelaksana MBG, Korwil atau UPTD Babat Toman dan Polsek Babat Toman. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan tanya jawab serta penyampaian kondisi terkini para siswa dan berbagai masukan dari wali siswa," ujar Kepala Disdikbud Muba, Yayan.

Pihaknya memastikan penanganan terhadap peserta didik berjalan dengan baik sekaligus memperkuat koordinasi antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait lainnya. Dari hasil pemantauan pada Jumat (2/10/2026), kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami keluhan telah membaik.

"Para siswa telah sehat dan dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Bahkan, sejumlah siswa sudah kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah," ucapnya.

3. Dugaan keracunan tersebut juga tengah didalami kepolisian

Program makanan bergizi gratis(IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam pertemuan bersama wali siswa, disampaikan pula sejumlah masukan terkait pelaksanaan MBG. Salah satu masukan yang disampaikan adalah agar perhatian terhadap menu makanan dan pemberian buah bagi siswa dapat lebih ditingkatkan. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi dan koordinasi bersama agar pelaksanaan program dapat terus diperbaiki.

"Kami mengapresiasi langkah cepat pihak SD Negeri 1 Mangun Jaya yang segera membawa siswa ke Puskesmas Babat Toman ketika mengetahui adanya keluhan kesehatan. Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan siswa memperoleh penanganan medis secara tepat," ungkap Yayan.

Sementara itu, dugaan keracunan tersebut juga tengah didalami oleh kepolisian. Polsek Babat Toman memanggil pihak penyedia atau dapur pengolah MBG Mangun Jaya 1 untuk mengetahui rangkaian kejadian serta penyebab para siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

"Untuk saat ini, pihak penyedia atau dapur pengolah MBG Mangunjaya 1 masih dimintai keterangan. Polsek Babat Toman juga mengumpulkan informasi dan bukti terkait kejadian tersebut," kata S Hutahaean.

Curated For You

Editorial Team

Related Article