Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Wamen LH/BPLH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta perusahaan di Sumatra Selatan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut.. (Dok. APHI)
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatra Selatan, Alex Sugiarto, mengatakan GAPKI dan APHI selama ini terus bekerja sama dalam mengantisipasi dan menangani karhutla di wilayah tersebut.
Menurut Alex, perusahaan perkebunan telah membangun sekat kanal, khususnya di lahan gambut dan rawa. GAPKI juga siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam penyusunan rancangan induk pengelolaan air sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Infrastruktur sekat kanal telah kami terapkan di perusahaan perkebunan, khususnya di lahan gambut dan rawa. Kami juga siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam penyusunan rancangan induknya, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Alex.
Namun, Alex mengatakan terdapat sejumlah kendala, salah satunya adalah penurunan debit air sungai. Kondisi tersebut menyulitkan pengaliran air ke kanal dan parit yang telah disiapkan untuk menjaga kelembapan lahan.
Akses keluar-masuk air juga terkadang terkendala oleh keberadaan lebak-lebung yang dikelola pemenang lelang untuk penangkapan ikan, tambak, dan kegiatan lainnya. Karena itu, pembangunan kanal baru, apabila diperlukan, membutuhkan koordinasi dengan pemerintah desa.
“Kerja sama dengan pemerintah desa juga diperlukan apabila perlu dibangun kanal baru. Sebab, akses keluar-masuk air terkadang terkendala oleh keberadaan lebak lebung yang dikelola pemenang lelang untuk penangkapan ikan, tambak, dan kegiatan lainnya,” kata Alex.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisariat Daerah APHI Sumatra Selatan, Iwan Setiawan, yang mendampingi Ketua Umum APHI, Soewarso, serta perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Penguatan infrastruktur pengelolaan air membutuhkan ketersediaan sumber air, koordinasi antarpihak, serta komunikasi dengan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pembasahan lahan gambut dan mengurangi risiko karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekosistem gambut di Sumatra Selatan.