Palembang, IDN Times - Banyaknya warga yang berobat saat kabut asap menyelimuti Sumatera Selatan, tidak serta-merta menunjukkan penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan efektif.
Epidemiolog Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty, mengatakan tingginya jumlah warga yang mendapat pengobatan justru menggambarkan besarnya beban penyakit yang terjadi di tengah paparan asap.
"Keberhasilan tidak seharusnya ditunjukkan oleh berapa banyak masyarakat yang mendapat pengobatan gratis. Karena banyaknya orang yang berobat justru dapat mencerminkan besarnya beban penyakit," ungkap Iche kepada IDN Times, Selasa (6/10/2026).
