Padang, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat memandang bahwa banjir bandang yang menimpa daerah Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten tidak cukup dijelaskan hanya sebagai akibat hujan lebat.
"Hujan memang menjadi pemicu, tetapi besarnya dampak sangat berkaitan dengan kondisi ekologis kawasan, tutupan hutan, perubahan penggunaan lahan, kemiringan lereng, kondisi daerah aliran sungai, tata ruang, sempadan sungai, hingga bagaimana pemerintah mengelola kawasan yang sejak lama telah memiliki potensi risiko bencana," kata Direktur Walhi Sumbar, Tommy Adam.
Menurutnya, banjir bandang yang terjadi di Arosuka harus dilihat sebagai persoalan ekologis dan tata kelola ruang, bukan semata-mata sebagai peristiwa alam yang datang secara tiba-tiba.
