Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awal Oktober Hotspot Sumsel Kian Parah, Hari Ini Sentuh 2.426 Titik
Deteksi Hotspot (titik api) menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar. (Dok. BMKG)

  • BPBD Sumsel mencatat 2.426 hotspot pada 3 Oktober, setelah rekor 3.059 sehari sebelumnya; akumulasi 71.994 titik hingga 2 Oktober menjadi tertinggi sejak 2015.

  • Terdeteksi 70 firespot dalam sehari, terbanyak di OKI dengan 24 kejadian. Satgas menangani sejumlah wilayah, sementara penyemaian 1.000 kilogram NaCl difokuskan di OKI yang banyak berlahan gambut.

  • Kabut asap menyelimuti Sumsel dan memangkas jarak pandang Bandara SMB II Palembang menjadi 500 meter. Kualitas udara Palembang berbahaya, ISPU 494 PM2,5, sementara PALI mencapai 313.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times -‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas berjumlah 2.426 titik Angka ini berdasarkan data Sipongi dalam 24 jam terakhir pada Sabtu (3/10/2026) pukul 06.00 WIB. Sedangkan sehari sebelumnya pada Jumat (2/10/2026), sempat mencapai rekor hotspot tertinggi tahun ini di angka 3.059 titik.

Tren hotspot sudah melesat naik sejak memasuki 1 Oktober, yakni 2.759 titik. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1 Januari hingga 2 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 71.994 titik.

1. Kabupaten OKI menjadi titik kebakaran paling banyak yakni 24 kejadian

Petugas BPBD Ogan Ilir saat melaksanakan pemadaman darat. (Dok. BPBD Sumsel)

Sebanyak 70 firespot atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di sejumlah wilayah dalam sehari. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi titik kebakaran paling mendominasi yakni sebanyak 24 kejadian. Disusul Banyuasin 13 kejadian, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin (Muba) 9 kejadian. Sementara di Palembang terdapat 7 titik karhutla disusul Muara Enim 5 titik karhutla.

Saat ini tim Satgas Karhutla masih fokus melakukan penanganan di beberapa wilayah, antara lain:

  1. OKI: wilayah Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal dan Sungai Menang.

  2. Muara Enim: Gelumbang dan Sungai Rotan.

  3. Musi Banyuasin: Bayung Lencir (Desa Mangsang dan Muara merang), Lalan (Desa Karang Agung) dan Lais.

  4. Banyuasin: Talang Kelapa, Rambutan, Muara Padang (SM Padang Sugihan) dan Rantau Bayur.

  5. Ogan Ilir: Indralaya Utara dan Pemulutan.

  6. Palembang: Sematang Borang, Jakabaring, Sukarami dan Talang Jambe.

2. Sejak 2 Oktober, BPBD melaksanakan penyemaian sebanyak 1.000 Kg NaCl

Tim BPBD Sumsel saat melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. BPBD Sumsel)

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan sejak 2 Oktober pihaknya melaksanakan penyemaian sebanyak 1 sortie (1.000 Kg NaCl) dengan jam terbang 1 jam 38 menit menggunakan pesawat C208B Reg. PK-IKC di wilayah OKI. Kegiatan OMC dengan armada ini dijadwalkan hingga 4 Oktober besok.

"Penyemaian ini memicu presipitasi hujan intensitas ringan secara sporadis di bagian selatan dan barat daya Sumsel," ujarnya.

Selain itu, penanganan insentif dilakukan di Kabupaten OKI karena sebagian besar lahan yang terbakar saat ini merupakan gambut. Ditambah ketersediaan sumber air yang terbatas dan akses ke lokasi cukup sulit sehingga menghambat proses pemadaman.

3. Kualitas udara Palembang dan PALI masih di level berbahaya

Kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Sumsel pada Sabtu (3/10/2026). (Dok. DLHP Sumsel)

Sementara itu, berdasarkan pantauan Regional Haze Situation, sebaran kabut asap terjadi di seluruh wilayah Sumsel berdasarkan asmc.asean.org. Kondisi ini membuat jarak pandang Bandara SMB II Palembang hanya 500 meter pada 3 Oktober pukul 06.00 WIB.

Akibat kabut asap yang makin pekat, DLHP Sumsel pada Sabtu (3/10/2026), melaporkan kondisi kualitas udara beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat bahkan berbahaya. Kota Palembang lagi-lagi berada di zona hitam Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan angka 494 PM2,5. Disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan ISPU 313 PM2,5.

Selanjutnya, untuk wilayah di zona merah atau kategori sangat tidak sehat, yakni Prabumulih dengan ISPU 200, Banyuasin dengan ISPU 241, Musi Rawas dengan ISPU 198, Lahat dengan ISPU 122, Muba dengan ISPU 162 dan Ogan Ilir 117.

Curated For You

Editorial Team

Related Article