Waduh, kabutnya tebal lagi
Palembang, IDN Times – Keluh Kiki Wulandari, saat membuka pintu rumahnya pada pukul 05.30 WIB, Selasa (20/10/2026). Padahal, dua hari sebelumnya, kondisi kabut asap di Palembang sempat mendingan. Meski pagi hari masih terasa aromanya, namun tidak setebal hari ini. Anak-anak Kiki baru saja kembali bersekolah selama dua hari seperti biasa.
"Kalau begini, ada kemungkinan nanti siang pulang lebih cepat, dan bisa jadi besok-besok bakal PJJ lagi," ujar ibu tiga anak tersebut.
Setelah sempat bernapas lega selama dua hari, warga Palembang kembali dihadapkan pada kabut asap tebal. Udara yang sebelumnya membaik mendadak berubah pekat, bahkan terasa menyesakkan dada saat aktivitas masyarakat mulai berjalan.
Kabut asap mulai menebal sekitar pukul 06.00 WIB. Memasuki pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Palembang. Kondisi ini membuat sebagian warga terkejut karena kualitas udara sebelumnya sempat membaik dalam dua hari terakhir.
Pantauan langsung IDN Times di kawasan Bundaran Jembatan Ampera pada pukul 06.00 WIB, ikon Kota Palembang tersebut sempat tertutup kabut asap hingga terlihat samar dari kejauhan. Meski asap kembali menebal, aktivitas masyarakat tidak banyak berubah. Warga tetap berangkat bekerja dan menjalankan rutinitas pagi di tengah udara yang terasa kurang nyaman.
Sementara di kawasan Jalan Talang Betutu Lama, udara terasa sangat pekat pada pukul 07.00 WIB. Jarak pandang sangat terganggu oleh kabut asap. Meski begitu, banyak anak berseragam yang berangkat ke sekolah. Sebagian ada yang berjalan kaki, sementara siswa-siswa SMA tampak mengendarai sepeda motor, meski tanpa mengenakan helm ataupun masker.
