Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
70 Karhutla Terjadi dalam Sehari di Sumsel, Hotspot Terpantau 1.669 Titik
Tim BPBD Muba saat mengevakuasi satwa liar yang mati terbakar saat melakukan pemadaman. (Dok. BPBD Muba)

  • BPBD Sumsel mencatat 70 karhutla pada 30 September 2026, membakar 321,50 hektare; 1.669 hotspot terpantau, dengan OKI menyumbang 1.027 titik.
  • Enam wilayah menjadi fokus pemadaman, sementara sekitar 27 hektare belum padam. Kabut asap menyelimuti Sumsel dan memangkas jarak pandang Bandara SMB II Palembang menjadi 800 meter.
  • Kualitas udara PALI dan Palembang berada di zona merah sangat tidak sehat. Satgas mengintensifkan penanganan lahan gambut di OKI melalui operasi darat, udara, water bombing, dan modifikasi cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terjadi 70 kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan dalam sehari, membakar 321,50 hektare. Sebanyak 1.669 titik panas terpantau, sementara sekitar 27 hektare lahan masih belum dipadamkan.
  • Who?
    BPBD Sumsel, Satgas Karhutla, dan DLHP Sumsel menangani serta memantau kondisi. Sudirman selaku Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel menyampaikan perkembangan penanganan.
  • Where?
    Fokus pemadaman berada di OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Palembang. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten OKI, sebanyak 1.027 titik.
  • When?
    BPBD mencatat kejadian karhutla pada Rabu, 30 September 2026. Data 1.669 hotspot terpantau Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
  • Why?
    Kebakaran masih memerlukan penanganan intensif, terutama di OKI karena lahan gambut terbakar. Pemadaman terkendala sumber air yang semakin mengering serta medan yang sulit dijangkau.
  • How?
    Satgas melakukan patroli darat dan udara, pemadaman darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca, pemantauan hotspot, serta sosialisasi pencegahan karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times -Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan belum menunjukkan penurunan yang signifikan dan terus memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan pada Rabu (30/9/2026) ada 70 kejadian karhutla dalam sehari dengan total luas lahan terbakar 321,50 hektare.

Selain itu, berdasarkan data Sipongi pada Kamis (1/10/2026) pukul 06.00 WIB, jumlah hotspot menunjukkan angka 1.669 titik, didominasi oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan angka 1.027 titik. Disusul Musi Banyuasin 175 titik, dan Banyuasin 142 titik.

1. Ada 6 wilayah yang menjadi fokus pemadaman saat ini

Tim Manggala Agni Daops Banyuasin saat berjibaku melakukan pemadaman di Kebun Raya Sriwijaya (Dok. Manggala Agni)

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi karhutla di Sumsel masih menjadi perhatian bersama. Dalam 24 jam terakhir, beberapa wilayah mengalami peningkatan aktivitas kebakaran dan dampak asap.

"Ada 6 wilayah yang menjadi fokus penanganan kebakaran saat ini. Masih ada sekitar 27 hektare lagi yang belum dipadamkan," ujarnya.

Beberapa wilayah yang terdeteksi firespot tersebut yakni:

  1. OKI : wilayah Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal dan Sungai Menang.

  2. Muara Enim: Gelumbang dan Sungai Rotan.

  3. Musi Banyuasin: Bayung Lencir (Desa Mangsang dan Muara merang), Lalan (Desa Karang Agung) dan Lais.

  4. Banyuasin: Talang Kelapa, Rambutan, Muara Padang (SM Padang Sugihan) dan Rantau Bayur.

  5. Ogan Ilir: Indralaya Utara dan Pemulutan.

  6. Palembang: Sematang Borang, Kertapati, Jakabaring, Sukarami dan Talang Jambe.

2. ISPU PALI dan Palembang masih di zona merah sangat tidak sehat

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan pantauan Regional Haze Situation, sebaran kabut asap terjadi di seluruh wilayah Sumsel, dilansir ASMC Singapore. Kondisi ini membuat jarak pandang Bandara SMB II Palembang hanya 800 meter pada 1 Oktober pukul 06.00 WIB.

Akibat kabut asap yang makin pekat, DLHP Sumsel pada Kamis (1/10/2026) melaporkan kondisi kualitas udara di beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori sedang, tidak sehat, hingga sangat tidak sehat. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menempati posisi teratas zona merah dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) PM 2.5 sebesar 300 mikrogram/meter kubik. Disusul Kota Palembang dengan angka 284 mikrogram/meter kubik.

Selanjutnya, untuk wilayah di zona kuning atau kategori tidak sehat, yakni Musi Banyuasin (Muba) dengan ISPU 137 dan Musi Rawas dengan ISPU 157.

3. Tim Satgas Karhutla masih memberikan penanganan intensif di Kabupaten OKI

Tim Manggala Agni Daops Sum-XVII/OKI saat berjibaku melakukan pemadaman. (Dok. Manggala Agni)

Saat ini tim Satgas Karhutla masih memberikan penanganan intensif di Kabupaten OKI karena yang terbakar merupakan lahan gambut. Petugas juga kesulitan karena sumber air semakin mengering, ditambah medan yang cukup sulit untuk menjangkau lokasi.

"Upaya pemadaman dilakukan semaksimal mungkin melalui patroli darat dan udara, operasi pemadaman darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca, monitoring hotspot serta sosialisasi pencegahan karhutla," ungkap Sudirman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article