Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Investasi Bagi Pemula: Paham Risiko, Tak Ada Keuntungan Pasti
ilustrasi investasi (magnific.com/drobotdean)
  • Kepala BEI Sumatra Selatan Hari Mulyono menegaskan investasi tidak menjamin keuntungan pasti; calon investor wajib memahami instrumen, risiko, dan kondisi ekonomi.

  • Saham, obligasi, dan reksa dana memiliki potensi imbal hasil serta risiko berbeda. Tawaran keuntungan pasti patut dicurigai dan dapat dilaporkan ke OJK.

  • Pemula disarankan menyiapkan dana darurat, melunasi utang konsumtif berbunga tinggi, memakai dana idle, menetapkan tujuan keuangan, serta mengenali profil risiko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hari Mulyono memberikan panduan investasi bagi pemula, menekankan bahwa investasi tidak menawarkan keuntungan pasti dan setiap instrumen memiliki risiko berbeda.
  • Who?
    Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatra Selatan Hari Mulyono menyampaikan panduan kepada calon investor pemula dan investor ritel.
  • Where?
    Informasi disampaikan dalam konteks edukasi investasi dari Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatra Selatan di Palembang.
  • When?
    Waktu penyampaian panduan per saat ini tidak diketahui secara rinci.
  • Why?
    Calon investor perlu memahami risiko, perbedaan saham, obligasi, dan reksa dana, serta menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
  • How?
    Pemula disarankan menyiapkan dana darurat, melunasi utang konsumtif berbunga tinggi, memakai dana idle, menetapkan tujuan keuangan, dan mengenali profil risiko. Penawaran keuntungan pasti dapat dilaporkan ke OJK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hari Mulyono bilang investasi tidak selalu memberi untung. Ada risiko saat membeli saham, obligasi, atau reksa dana. Orang yang baru mulai harus belajar dulu dan pakai uang yang tidak dipakai sehari-hari. Mereka juga perlu punya uang darurat dan tidak punya utang besar. Kalau ada yang janji untung pasti, itu harus dicurigai dan bisa dilapor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Panduan ini memberi landasan yang lebih tertib bagi pemula untuk mengenal investasi tanpa mengabaikan kehati-hatian. Dengan menyiapkan dana darurat, memakai dana idle, menetapkan tujuan terukur, dan memahami profil risiko, calon investor dapat menilai reksa dana, saham, atau obligasi secara lebih sesuai dengan kondisi keuangannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Investasi bagi sejumlah orang menjadi cara pintas untuk mengamankan aset dan keuangan di masa mendatang. Sebagian lainnya juga memilih investasi karena ingin dana atau aset yang dimiliki dapat berkembang di era selanjutnya.

Namun, memulai investasi bukan hal mudah. Apalagi, belajar investasi melalui instrumen keuangan seperti reksa dana, saham dan obligasi. Lalu, bagaimana langkah penting bagi investor pemula untuk memulai investasi? Berikut tips dari Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatra Selatan, Hari Mulyono, yang bisa jadi acuan untuk memulai investasi.

1. Investasi tidak ada keuntungan pasti

ilustrasi pasar saham, investasi, krisis, risiko (magnific.com/rawpixel.com)

Menurut Hari, pola pikir pertama dalam memulai investasi adalah bahwa tidak ada investasi yang akhirnya mendapatkan keuntungan berlipat tanpa risiko. Secara ilmu, ketika ingin berinvestasi, harus paham terlebih dahulu soal instrumen keuangan dan mampu mengamati pertumbuhan ekonomi.

"Yang jelas, investasi ini perlu diingat. Kamu dari bursa pun menyampaikan bahwa tidak boleh menjanjikan keuntungan terhadap investor. Pahami risiko dan tak ada keuntungan pasti," ujarnya.

2. Paham risiko dalam tiap investasi

ilustrasi investasi (pexels.com/Markus Winkler)

Dalam kategori instrumen keuangan, tiga instrumen yang paling banyak diminati investor individu atau ritel adalah saham, obligasi, dan reksa dana. Masing-masing memiliki potensi keuntungan serta tingkat risiko yang berbeda.

"Jadi, saat memulai investasi, ada yang menyampaikan bahwa akan ada untung, patut dicurigai. Kalau ada yang menyampaikan seperti itu dan jika ditemukan, silakan langsung lapor ke OJK. Artinya, ilegal," kata dia.

Oleh karena itu, calon investor perlu memahami perbedaan setiap produk agar dapat menentukan pilihan investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.

3. Perbedaan instrumen keuangan

ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)

Secara rinci, reksa dana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Portofolio dapat berupa saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang tergantung pada jenis reksa dananya.

Sementara, saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan modal seseorang maupun lembaga dalam suatu perusahaan. Ketika seseorang membeli saham, artinya ia memiliki sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.

Sedangkan, obligasi merupakan surat utang jangka menengah hingga panjang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Investor yang membeli obligasi pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit obligasi, dan sebagai gantinya akan menerima keuntungan berupa bunga atau kupon secara berkala.

4. Tips memulai investasi bagi pemula

ilustrasi investasi (Pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ)

Berikut beberapa tips memulai investasi bagi pemula:

  • Memastikan Kesiapan Dana Darurat dan Kondisi Bebas Utang Konsumtif
    Pastikan Anda telah memiliki dana darurat dengan besaran setara 3-6 kali pengeluaran bulanan dan telah menyelesaikan seluruh kewajiban utang konsumtif berbunga tinggi sebelum memulai aktivitas investasi.

  • Menggunakan Dana Idle (Uang Dingin)
    Gunakan dana idle, yaitu dana yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan pokok maupun kebutuhan jangka pendek. Hindari penggunaan dana operasional harian untuk berinvestasi.
    Menetapkan Tujuan Keuangan Secara Spesifik. Rumusan tujuan keuangan perlu ditetapkan secara terukur dan spesifik, baik untuk jangka pendek (1-3 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), maupun jangka panjang (di atas 5 tahun).

  • Mengidentifikasi Profil Risiko
    Kenali profil risiko Anda, apakah termasuk dalam kategori konservatif (cenderung menghindari fluktuasi dan mengutamakan keamanan), moderat, atau agresif (bersedia menerima fluktuasi tinggi untuk potensi imbal hasil yang lebih optimal).

Curated For You

Editorial Team

Related Article