Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rekor Tertinggi! 3.762 Titik Hotspot Muncul di Sumsel dalam 24 Jam

Kota Palembang
3 min read
Rekor Tertinggi! 3.762 Titik Hotspot Muncul di Sumsel dalam 24 Jam
Situasi karhutla Sumsel pada Rabu (7/10/2026). (Dok. BPBD Sumsel)

  • Sumatra Selatan mencatat 3.762 hotspot dalam 24 jam per 7 Oktober 2026, rekor tertinggi tahun ini; akumulasi 82.213 titik sejak Januari menjadi yang tertinggi sejak 2015.
  • OKI menyumbang 2.197 hotspot dan 22 dari 66 kejadian karhutla hasil patroli 6 Oktober. Kabut asap membuat kualitas udara Palembang dan PALI masuk kategori berbahaya.
  • BPBD Sumsel menggelar modifikasi cuaca 2–5 Oktober dengan 3 ton NaCl, sambil memperkuat pemadaman, patroli, dan sosialisasi di enam wilayah fokus karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times -‎ Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan terus melonjak tajam dalam hitungan hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan saat ini hotspot sudah tembus di angka 3.762 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (7/10/2026) dalam 24 jam terakhir.

Angka tersebut memecahkan rekor lima hari sebelumnya, yakni 3.059 titik pada Jumat (2/9/2026) pukul 05.00 WIB. Dalam tujuh hari terakhir, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1 Januari–6 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 82.213 titik.

  1. 1. Hotspot didominasi muncul di OKI yakni 2.197 titik

    Asap tebal membumbung dari area kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
    Situasi karhutla Sumsel pada Rabu (7/10/2026). (Dok. BPBD Sumsel)

    Kali ini, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 2.197 titik, disusul Musi Banyuasin (Muba) dengan 860 titik. Banyuasin 294 titik, Muara Enim 190 titik, Ogan Ilir 74 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 41 titik, OKU Selatan 27 titik, Musi Rawas Utara 24 titik, Lahat 15 titik, Musi Rawas 14 titik, OKU 11 titik, Empat Lawang 7, PALI 6, Lubuk Linggau dan Prabumulih masing-masing 1 titik.

    Tingginya angka hotspot ini bersama dengan banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 66 kejadian hasil patroli 6 Oktober. Kabupaten OKI masih berada di atas klasemen kejadian Karhutla terbanyak, yakni 22 titik, disusul Banyuasin dengan 12 titik.

  2. 2. Kualitas udara Palembang dan PALI masih berbahaya

    Tangkapan layar kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang pada Rabu, 7 Oktober 2026 dari Kemenlh.
    Kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Palembang pada Rabu (7/10/2026). (Dok. Kemenlh)

    Akibat kabut asap yang makin pekat, data ispu.kemenlh.go.id pada Rabu (7/9/2026) melaporkan kondisi kualitas udara beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, bahkan berbahaya. Kota Palembang lagi-lagi berada di zona hitam Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan angka PM2.5 sebesar 380. Disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan PM2.5 sebesar 347.

    Selanjutnya, untuk wilayah di zona merah atau kategori sangat tidak sehat, yakni Prabumulih dengan ISPU 265 dan Musi Rawas dengan ISPU 176. Kemudian, zona kuning atau kategori tidak sehat ada di Ogan Ilir dengan ISPU 150, Muba dengan ISPU 159, dan Lahat dengan ISPU 148.

  3. 3. OMC berlangsung selama 4 hari dengan menyemai 3 ton NaCl

    Peta lokasi penyemaian NaCl untuk operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan Satgas Udara di Sumatera Selatan.
    Peta lokasi penyemaian NaCl dalam OMC yang dilaksanakan Satgas Udara. (Dok. BPBD Sumsel)

    BPBD Sumsel juga melaporkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan telah berlangsung pada 2–5 Oktober dengan menyemai 3 ton NaCl dari 3 sortie penerbangan. Total OMC tahun 2026 sudah 69 sortie penerbangan menyemai 65,2 ton NaCl.

    Selain melakukan OMC, tim gabungan satgas karhutla juga memperkuat penanganan melalui pemadaman darat, operasi pemadaman udara, patroli, dan sosialisasi. Saat ini fokus penanganan karhuta dikonsentrasikan di 6 wilayah, yakni:

    1. OKI: Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal dan Sungai Menang.
    2. Muara Enim: Gelumbang, Muara Belida dan Sungai Rotan.
    3. Musi Banyuasin: Bayung Lencir (Desa Mangsang dan Muara Merang), Lalan (Desa Karang Agung) dan Lais.
    4. Banyuasin: Talang Kelapa, Rambutan, Muara Padang (SM Padang Sugihan) dan Rantau Bayur.
    5. Ogan Ilir: Indralaya Utara.
    6. Palembang: Sematang Borang, Alang-alang Lebar, Jakabaring, Sukarami dan Talang Jambe.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More