Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Tangkap Provokator Bentrok Demo Karhutla di Depan Mapolda Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana. (Dok. Polda Sumsel)
  • Polda Sumsel menangkap Riski Kurniawan, yang diduga memprovokasi bentrokan di depan Mapolda dan kedapatan membawa pisau serta sajam panjang.

  • Kericuhan terjadi setelah dugaan provokasi mempertemukan kelompok pembagi masker dan mahasiswa Aliansi Cipayung Plus yang hendak menyuarakan penegakan hukum karhutla.

  • Polisi menyelidiki pengeroyokan, termasuk terhadap jurnalis; tercatat 10 korban kekerasan dan intimidasi, terdiri dari mahasiswa, jurnalis, serta seorang anggota polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Pol Rony Samtana memastikan pihaknya melakukan penyelidikan atas kekerasan yang terjadi di depan Mapolda Sumsel saat unjuk rasa berlangsung, Selasa, 14 Oktober 2026. Pelaku bernama Riski Kurniawan diduga melakukan kericuhan dan tertangkap membawa senjata tajam (sajam).

Pelaku kini menjalani proses pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Sumsel. Namun, Rony belum dapat memastikan, pelaku tergabung dalam kelompok massa yang memancing keributan di depan kantor polisi atau tidak.

"Saat ditangkap, yang bersangkutan juga kedapatan membawa sebilah pisau dan satu buah sajam panjang bergagang pipa. Saat ini sudah kita amankan di Ditreskrimum Polda Sumsel untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," ungkap Rony, Selasa (13/10/2026).

1. Polisi dalami pemicu bentrokan di depan Mapolda Sumsel

Wartawan Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Rachmad Kurniawan alami kekerasan saat peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)

Rony menjelaskan, kericuhan bermula ketika kelompok pria berbaju hitam bersama rombongan pengemudi ojek online membagikan masker di sekitar pintu 1 Mapolda Sumsel. Kegiatan itu dilakukan di tengah kondisi udara Palembang yang tercemar asap karhutla.

Pada waktu bersamaan, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Palembang datang untuk menyampaikan aspirasi terkait penegakan hukum kasus karhutla. Mereka berkumpul di pintu 3 Mapolda Sumsel. Menurut Rony, kedua kelompok awalnya berada di lokasi berbeda. Namun, situasi berubah setelah muncul dugaan provokasi yang memicu bentrokan fisik.

"Pada saat teman-teman ingin melakukan penyampaian pendapat, diduga ada provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga mengakibatkan dua kelompok yang tadinya sudah dipisah, satu di pintu 1, satu di pintu 3, ini kemudian terprovokasi, akhirnya terjadi bentrok fisik," jelasnya.

2. Polisi buru pelaku pengeroyokan jurnalis

Jurnalis Tribun-sripo Rachmad Kurniawan dan Jurnalis PalTV Mulyadi jadi korban kekerasan dalam peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)

Selain memeriksa Riski, polisi juga menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam kericuhan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian sekaligus mengidentifikasi pelaku penganiayaan, termasuk terhadap dua jurnalis yang sedang bertugas meliput demonstrasi.

Rony menyayangkan insiden kekerasan yang terjadi di tengah penyampaian aspirasi tersebut. Ia memastikan kasus ini menjadi perhatian Polda Sumsel dan akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan menyeluruh.

"Ini merupakan bentuk keprihatinan kita semua khususnya kami Polda Sumsel. Akan kita evaluasi, investigasi secara menyeluruh. Kita lakukan penyelidikan intensif, untuk mencari para pelaku untuk bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi," bebernya.

3. Ada 10 korban dalam kekerasan di depan Mapolda Sumsel

Masa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan sikap setelah terjadi kekerasan saat menggelar demonstrasi di Mapolda Sumsel (Dok: Cipayung Plus)

Sejauh ini sudah ada 10 orang yang diduga menjadi korban kekerasan dan intimidasi di depan Mapolda Sumsel. Dari data Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang, ada enam mahasiswa dari berbagai organisasi yang mengalami kekerasan. Berdasarkan data aliansi, Taufik dari HMI mengalami luka di bagian dagu, Haris dari KAMMI mengalami luka pada hidung, sedangkan Abdul Basid dari PMII mengalami luka di tangan.

Selanjutnya, Sheva dari GMKI mengalami keseleo pada kaki saat diserang. Sementara itu, Noval Arif dari HMI mengalami lebam di kepala dan Fahriza Putra dari LMND mengalami lebam-lebam setelah diduga dipukuli orang tak dikenal (OTD).

Tiga jurnalis yang sedang melakukan peliputan, yakni Mulyadi dari PalTV, Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel-Sriwijaya Post, dan Yola Dwi Rosdiana dari Ketik.com, turut mengalami intimidasi dan kekerasan. Selain itu, satu anggota polisi, Aipda Bayu Saputra, anggota Banit 3 Subdit Intelkam Polda Sumsel. Ia mengalami luka di wajah, mata kanan, dahi, dan pangkal hidung.

"Perintah dari Bapak Kapolri yang pertama adalah agar para korban diberikan treatment medis yang terbaik," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article