Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Asap Karhutla OKI Mengepung Palembang? Ini Penjelasan BMKG
Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kualitas udara Palembang memburuk akibat konsentrasi PM2.5 mencapai 307,7 mikrometer pada 01.00 WIB dan 604 mikrometer pada 09.00 WIB, sehingga berada pada level berbahaya.

  • Asap karhutla mengepung Palembang karena arah angin membawa polutan dari wilayah timur dan tenggara Sumsel, terutama OKI yang mencatat 1.726 titik panas.

  • Hujan telah turun di sejumlah wilayah Sumsel, tetapi belum mencakup OKI sebagai pusat kebakaran; pemadaman lahan gambut memerlukan hujan lebat, luas, dan merata selama beberapa hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Palembang mengalami kabut asap pekat dan kualitas udara berbahaya, dengan ISPU dilaporkan melampaui 1.000 serta konsentrasi PM2.5 mencapai 604 mikrometer pada pagi hari.
  • Who?
    Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, BMKG, serta warga Palembang terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terkonsentrasi di OKI.
  • Where?
    Kabut asap menyelimuti Palembang. Sumber utama asap terpantau berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang mencatat hotspot tertinggi.
  • When?
    Kondisi PM2.5 tercatat 307,7 mikrometer sejak pukul 01.00 WIB, Senin, 5 Oktober 2026, lalu meningkat menjadi 604 mikrometer hingga pukul 09.00 WIB.
  • Why?
    Arah angin dari kawasan timur dan tenggara Sumatera Selatan membawa asap karhutla di OKI ke Palembang. Hujan belum terjadi di OKI, sehingga kebakaran dan asap masih berlangsung.
  • How?
    Asap dari 1.726 titik panas di OKI terbawa angin menuju Palembang. Pemadaman kebakaran gambut memerlukan hujan lebat, luas, dan merata selama beberapa hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Palembang jadi penuh asap karena angin membawa asap dari kebakaran hutan dan lahan di OKI. Udara di Palembang sekarang sangat tidak sehat dan berbahaya. Di OKI, titik panas masih banyak, sampai 1.726 titik. Hujan sudah turun di beberapa tempat, tapi belum di OKI. Api di tanah gambut butuh hujan lebat beberapa hari agar padam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kondisi udara berbahaya, pemantauan BMKG dan Stasiun Klimatologi telah memberikan gambaran jelas mengenai jalur asap, sumber hotspot utama, serta wilayah yang telah menerima hujan. Kejelasan ini membuat persoalan kabut asap tidak lagi semata dipandang sebagai fenomena yang tidak terjelaskan, melainkan terkait arah angin dan belum meratanya hujan di area kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di Palembang makin memburuk berdasarkan indikator Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang melampaui angka 1000 hari ini. Kondisi pekat asap pun makin tebal di seluruh kawasan Bumi Sriwijaya.

Kondisi asap yang kian membahayakan kesehatan ini dipertanyakan oleh sebagian masyarakat. Apa sebenarnya yang menyebabkan Palembang terkena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), padahal mayoritas kebakaran terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)?

1. Kabut asap terjadi di Palembang terbawa angin

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Palembang kini berada dalam konsentrasi partikulat PM2.5 dengan angka 307,7 mikrogram per meter kubik sejak pukul 01.00 WIB, Senin (5/10/2026).

Situasi tersebut menjadi penyebab kualitas udara di Palembang berada pada level berbahaya. Kondisi ini juga terus berlangsung hingga pukul 09.00 WIB, di mana PM 2.5 mencapai 604 mikrogram per meter kubik.

"Kabut asap karhutla yang mengepung Palembang disebabkan arah angin yang bersumber lokasi kebakaran di kawasan Timur dan Tenggara wilayah Sumsel," katanya.

2. OKI jadi titik hotspot tertinggi karhutla

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lebih lanjut, Wandayantolis mengatakan bahwa kawasan karhutla yang menyebabkan asap menyebar ke Palembang adalah di OKI, yang menjadi pusat kawasan karhutla terbesar dengan sumber hotspot tembus 1.726 titik.

“Sampai saat ini, terpantau hotspot tertinggi ada di kawasan tersebut (OKI),” ujarnya.

3. OKI belum turun hujan

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)

Sementara itu, dari catatan BMKG, sebagian wilayah Sumsel saat ini telah diguyur hujan seperti di Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Muara Enim dan OKU Selatan.

Tetapi, hujan tersebut belum berlangsung di wilayah OKI yang menjadi area pusat kebakaran berlangsung. Sehingga, asap terus terjadi dan mengarah ke Palembang.

“Hujan yang terjadi belum mencakup pada wilayah sumber asap di wilayah sana. Untuk kawasan gambut yang terbakar, butuh hujan intensitas lebat  yang luas dan merata selama beberapa hari untuk benar-benar memadamkan apinya,” jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article