Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lahan Gambut Mengering, Sumsel Kerahkan 8 Helikopter Lakukan Pemadaman

Kota Palembang
2 min read
Lahan Gambut Mengering, Sumsel Kerahkan 8 Helikopter Lakukan Pemadaman
Pemadaman di kawasan Muara Medak (Dok: Tim Satgas Karhutla)
  • Kekeringan lebih dari tiga bulan membuat lahan gambut di Musi Banyuasin dan OKI sangat kering, sementara akses lokasi serta sumber air menjadi kendala pemadaman.
  • Personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait melakukan pemadaman darat serta udara di OKI dengan delapan helikopter pemerintah dan perusahaan.
  • BPBD Sumsel mendeteksi 3.311 titik panas, dengan 2.063 berada di OKI; empat helikopter BNPB masih siaga karena jarak pandang di bawah 1.000 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin meluas. Kondisi ini juga dirasakan di wilayah gambut Sumsel di beberapa daerah seperti, Musi Banyuasin (Muba), hingga Ogan Komering Ilir (OKI).

"Di OKI banyak lahan gambut, lokasinya sulit dijangkau. Sumber air juga menjadi kendala karena sudah lebih dari tiga bulan tidak ada hujan, sehingga kondisi lahan sangat kering," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara

    Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman kebakaran di kawasan Muara Medak dalam kegiatan penanganan di lapangan.
    Pemadaman di kawasan Muara Medak (Dok: Tim Satgas Karhutla)

    Untuk menangani kebakaran, personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya dikerahkan ke sejumlah lokasi, termasuk Kecamatan Cengal, OKI. Dukungan pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing. Empat helikopter bantuan pemerintah pusat dan empat helikopter perusahaan.

    "Hari ini helikopter dari Mitra APP sudah terbang semua, empat unit. Pemadaman dilakukan di wilayah Sungai Ceper dan Sungai Batang serta sejumlah wilayah di OKI," jelasnya.

  2. 2. Titik panas meluas di OKI

    Kabut asap pekat menyelimuti kawasan perkotaan di Palembang, membatasi jarak pandang pada 8 Oktober 2026.
    Kondisi kabut asap di kota Palembang, Jumat 8 Oktober 2026 (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan (Sumsel) masih mencapai ribuan di tengah upaya pemadaman karhutla yang terus berlangsung. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel mencatat sebanyak 3.311 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Sumsel.

    "Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 2.063 titik," katanya.

  3. 3. Jarak pandang membatasi operasi helikopter BNPB

    Langit berawan di atas Kota Palembang pada Selasa, 6 Oktober 2026, dalam kondisi cuaca mendung yang tampak luas.
    Kondisi langit di Kota Palembang, Selasa 6 Oktober 2026 (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Di tengah upaya pemadaman, empat helikopter dukungan BNPB masih bersiaga karena kondisi jarak pandang belum memenuhi syarat untuk terbang. Iqbal menyebutkan, jarak pandang saat itu masih berada di bawah 1.000 meter. BPBD Sumsel terus memantau perkembangan kondisi tersebut untuk menentukan waktu yang tepat bagi helikopter BNPB untuk menjalankan operasi.

    "Karena itu, dalam penanganan karhutla ini, fokus kita di OKI," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More