Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Particulate Matter 2.5 (PM2,5) merupakan partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel tersebut masuk ke bagian dalam paru-paru ketika terhirup.
Paparan PM2,5 dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pernapasan hingga memperburuk penyakit paru-paru dan kardiovaskular. Risiko ini perlu diperhatikan, terutama bagi bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Semakin tinggi konsentrasi polutan di udara, semakin besar pula potensi paparan yang diterima masyarakat ketika beraktivitas di lingkungan terbuka.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau kegiatan fisik berat.
Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan respirator seperti N95 atau yang setara untuk membantu menyaring partikel halus. Masyarakat juga dapat mengurangi masuknya asap ke dalam rumah dengan menutup jendela ketika kondisi udara di luar memburuk.