Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotspot Sumsel Sentuh 3.026 Titik, Kualitas Udara Palembang Berbahaya!
Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Terdeteksi 3.026 titik hotspot dalam 24 jam terakhir dengan beberapa wilayah mengalami peningkatan aktivitas kebakaran dan dampak asap

  • Jarak pandang Bandara SMB II Palembang hanya 600 meter pada 30 September pukul 06.00 WIB

  • Total karhutla sejak 1 Januari sampai 29 September ada 4.040 kejadian dan indikasi luas lahan terbakar 1.926,2 hektare

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan terus melonjak tajam dan memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot kembali naik ke angka 3.026 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (30/9/2026) pukul 05.00 WIB.

Tren hotspot melesat naik dalam 7 hari terakhir, yakni 2.643 titik. Hingga 30 September, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1–30 September 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 64.126 titik.

1. Kabupaten OKI dan Muba masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak

Situasi karhutla Sumsel pada Rabu (30/9/2026). (Dok. BPBD Sumsel)

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi karhutla di Sumsel masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan pemantauan terbaru, terdeteksi 3.026 titik hotspot dalam 24 jam terakhir, dengan beberapa wilayah mengalami peningkatan aktivitas kebakaran dan dampak asap.

"Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 1.375 titik, disusul Muba dengan 777 titik. Banyuasin 642 titik, Muara Enim 72 titik, Ogan Ilir 43 titik, Komering Ulu (OKU) 23 titik, Musi Rawas Utara 26 titik, Musi Rawas 16 titik, Lahat 15 titik, OKU Timur 13 titik, dan PALI 8 titik," ujarnya.

2. Kota Palembang lagi-lagi berada di zona hitam ISPU dengan angka 366 PM2,5

Kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Sumsel pada Rabu (30/9/2026). (Dok. DLHP Sumsel)

Berdasarkan pantauan Regional Haze Situation, sebaran kabut asap terjadi di seluruh wilayah Sumsel, dilansir ASMC Singapore. Kondisi ini membuat jarak pandang Bandara SMB II Palembang hanya 600 meter pada 30 September pukul 06.00 WIB.

Akibat kabut asap yang makin pekat, DLHP Sumsel pada Rabu (30/9/2026) melaporkan kondisi kualitas udara di beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, bahkan berbahaya. Kota Palembang lagi-lagi berada di zona hitam Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan angka 366 PM2,5. Disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan ISPU 278 PM2,5.

Selanjutnya, untuk wilayah di zona kuning atau kategori tidak sehat, yakni Musi Banyuasin (Muba) dengan ISPU 144, Prabumulih dengan ISPU 149, Musi Rawas dengan ISPU 150, dan Lahat dengan ISPU 103.

3. Terpantau 69 kejadian karhutla dalam sehari

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudirman menambahkan, tim gabungan terus melakukan upaya pemantauan, patroli udara dan darat, pemadaman darat, serta operasi water bombing untuk mengendalikan penyebaran karhutla di berbagai wilayah prioritas.

"Hasil patroli pada 29 September, terpantau 69 kejadian karhutla dalam sehari. OKI masih menempati posisi paling banyak, yakni 32 kejadian, disusul Palembang 10 dan Muba 7 kejadian. Total karhutla sejak 1 Januari sampai 29 September ada 4.040 kejadian dan indikasi luas lahan terbakar 1.926,2 hektare," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article