Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan terus melonjak tajam dan memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot kembali naik ke angka 3.026 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (30/9/2026) pukul 05.00 WIB.
Tren hotspot melesat naik dalam 7 hari terakhir, yakni 2.643 titik. Hingga 30 September, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1–30 September 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 64.126 titik.
