Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas di angka 1.210 titik berdasarkan data Sipongi pada Kamis (15/10/2026) pukul 05.00 WIB. Catatan tersebut melesat naik dari sehari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 891 titik.
Secara kumulatif, jumlah hotspot Sumsel sejak 1 Januari hingga 13 Oktober berada di angka 98.332 titik. Jumlah tersebut melampaui catatan tertinggi sepanjang 2026, bahkan sejak tahun 2015.
Tingginya angka hotspot ini bersama dengan banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam 24 jam terakhir, BPBD mencatat total 76 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel dengan titik firespot terbanyak berada di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba).
