Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas di angka 2.590 titik berdasarkan data Sipongi pada Kamis (8/10/2026) pukul 05.00 WIB. Catatan tersebut turun dari sehari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 3.762 titik
Secara kumulatif, jumlah hotspot Sumsel sejak 1 Januari hingga 7 Oktober berada di angka 85.923 titik. Jumlah tersebut melampaui catatan tertinggi sepanjang 2026, bahkan sejak tahun 2015. Akibatnya, kondisi kualitas udara di tiga wilayah tercatat pada level berbahaya karena nilai ISPU PM2.5 di atas angka 300.
