Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotspot Sumsel Kini 2.590 Titik, Kualitas Udara 3 Daerah Berbahaya!
Situasi karhutla Sumsel pada Kamis (8/10/2026). (Dok. BPBD Sumsel)
  • BPBD Sumsel mencatat 2.590 hotspot pada 8 Oktober 2026, turun dari 3.762 sehari sebelumnya. Akumulasi 85.923 titik sejak Januari menjadi catatan tertinggi sejak 2015.
  • Karhutla mencapai 73 kejadian, dengan OKI mencatat 29 titik dan Banyuasin 11 titik. Estimasi lahan terbakar 390,61 hektare, sementara 319,41 hektare telah dipadamkan.
  • Kabut asap membuat kualitas udara Palembang, PALI, dan Prabumulih berstatus berbahaya, dengan ISPU PM2.5 masing-masing 506, 495, dan 319.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah titik panas di Sumatera Selatan mencapai 2.590 titik dalam 24 jam terakhir. Kabut asap juga membuat kualitas udara di Palembang, PALI, dan Prabumulih masuk kategori berbahaya.
  • Who?
    BPBD Sumsel, DLHP Sumsel, serta tim gabungan satgas karhutla melakukan pemantauan dan penanganan. Sudirman selaku Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel menyampaikan perkembangan tersebut.
  • Where?
    Titik panas dan karhutla terpantau di Sumatera Selatan, dengan kejadian terbanyak di Kabupaten OKI dan Banyuasin. Kualitas udara berbahaya tercatat di Palembang, PALI, dan Prabumulih.
  • When?
    Data 2.590 hotspot dicatat Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB. Patroli karhutla mencatat 73 kejadian pada 7 Oktober, sementara OMC berlangsung 2–5 Oktober.
  • Why?
    Aktivitas kebakaran meningkat, dengan sebagian besar titik panas terdeteksi di wilayah lahan gambut. Kabut asap yang makin pekat menyebabkan nilai ISPU PM2.5 di tiga daerah melampaui 300.
  • How?
    Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan udara, patroli, sosialisasi, serta Operasi Modifikasi Cuaca. OMC 2–5 Oktober memakai 3 ton NaCl dalam tiga sortie penerbangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Sumsel ada 2.590 titik panas dari kebakaran hutan dan lahan. Banyak asap jadi udara di Palembang, PALI, dan Prabumulih berbahaya. BPBD dan tim lain memadamkan api di darat dan dari udara. Mereka juga membuat hujan buatan. Sekarang kebakaran dan asap masih diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas di angka 2.590 titik berdasarkan data Sipongi pada Kamis (8/10/2026) pukul 05.00 WIB. Catatan tersebut turun dari sehari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 3.762 titik

Secara kumulatif, jumlah hotspot Sumsel sejak 1 Januari hingga 7 Oktober berada di angka 85.923 titik. Jumlah tersebut melampaui catatan tertinggi sepanjang 2026, bahkan sejak tahun 2015. Akibatnya, kondisi kualitas udara di tiga wilayah tercatat pada level berbahaya karena nilai ISPU PM2.5 di atas angka 300.

1. Kondisi karhutla di Sumsel masih menjadi perhatian bersama

Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)

Tingginya angka hotspot ini bersama dengan banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 73 kejadian hasil patroli 7 Oktober. Kabupaten OKI masih berada di atas klasemen kejadian Karhutla terbanyak, yakni 29 titik, disusul Banyuasin dengan 11 titik.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi karhutla di Sumsel masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan pemantauan terbaru, terdeteksi 2.590 titik hotspot dalam 24 jam terakhir, dengan beberapa wilayah mengalami peningkatan aktivitas kebakaran dan dampak asap.

"Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian, terutama karena sebagian besar titik panas terdeteksi di wilayah lahan gambut," ujarnya.

2. BPBD Sumsel juga telah melaksanakan OMC yang berlangsung pada 2–5 Oktober

Peta lokasi penyemaian NaCl dalam OMC yang dilaksanakan Satgas Udara. (Dok. BPBD Sumsel)

Sudirman menambahkan, saat ini estimasi total lahan terbakar mencapai lebih kurang 390,61 hektare dengan 319,41 hektare berhasil dipadamkan melalui penanganan darat dan udara. BPBD Sumsel juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan yang berlangsung pada 2–5 Oktober dengan menyemai 3 ton NaCl dari 3 sortie penerbangan. Total OMC tahun 2026 sudah 69 sortie penerbangan menyemai 65,2 ton NaCl.

"Selain melakukan OMC, tim gabungan satgas karhutla juga memperkuat penanganan melalui pemadaman darat, operasi pemadaman udara, patroli, dan sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.

3. Kualitas udara Palembang, PALI, dan Prabumulih di level berbahaya

Kondisi kebakaran lahan mendekati Tol Terpeka. (Balai Pengendalian dakarhutsum Kemenhut)

Sementara itu, akibat kabut asap yang makin pekat, data Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel pada Kamis (8/10/2026) melaporkan kondisi kualitas udara beberapa wilayah Sumsel terpantau berada pada kategori sedang, tidak sehat, hingga berbahaya.

Kota Palembang lagi-lagi berada di zona hitam Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan angka PM2.5 sebesar 506. Disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan PM2.5 sebesar 495 dan Kota Prabumulih dengan angka PM2.5 sebesar 319.

Selanjutnya, untuk wilayah di zona kuning atau kategori tidak sehat, yakni Ogan Ilir dengan ISPU 162, Muba dengan ISPU 138, dan Musi Rawas dengan ISPU 198.

Curated For You

Editorial Team

Related Article