Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotspot di Sumsel Sempat Tembus 3.710 Titik, Ada 85 Kejadian Karhutla
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Hotspot di Sumatera Selatan sempat mencapai 3.710 titik pada 7 Oktober 2026, lalu turun menjadi 3.311 titik pada pembaruan pagi 9 Oktober.
  • Kejadian karhutla berfluktuasi selama sepekan; penanganan difokuskan di OKI, Muara Enim, Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Palembang dengan total 85 kejadian.
  • Musim kemarau berpotensi memperburuk kualitas udara; warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker, cukup minum, dan memantau kondisi udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 3.710 titik pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan pembaruan terbaru pada 9 Oktober 2026, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.311 titik.

Berdasarkan data pemantauan, jumlah hotspot di Sumsel pada 2 Oktober tercatat sebanyak 2.521 titik. Angka tersebut turun menjadi 1.821 titik pada 3 Oktober, sebelum kembali meningkat menjadi 2.197 titik pada 4 Oktober dan 2.512 titik pada 5 Oktober.

Peningkatan berlanjut pada 6 Oktober dengan 3.689 titik panas. Sehari kemudian, jumlahnya mencapai 3.710 titik. Pada 8 Oktober, hotspot turun menjadi 3.330 titik dan kembali berkurang menjadi 3.311 titik berdasarkan pembaruan terbaru pada pagi hari 9 Oktober.

1. Kejadian karhutla berubah setiap hari

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel juga mengalami perubahan dalam sepekan terakhir. Pada 2 Oktober 2026, tercatat 70 kejadian karhutla. Jumlah tersebut turun menjadi 68 kejadian pada 3 Oktober, kemudian 58 kejadian pada 4 Oktober dan 53 kejadian pada 5 Oktober.

Kejadian karhutla kembali meningkat menjadi 66 pada 6 Oktober dan 73 kejadian pada 7 Oktober. Pada 8 Oktober, jumlahnya tercatat sebanyak 67 kejadian.

2. Penanganan karhutla difokuskan di enam wilayah

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Penanganan karhutla di Sumsel saat ini masih difokuskan di enam wilayah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kota Palembang. Berdasarkan data yang ada, terdapat total 85 kejadian karhutla di enam wilayah tersebut.

3. Hati-hati saat beraktivitas di luar rumah

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Musim kemarau di Sumatra Selatan berpotensi memicu kekeringan dan penurunan kualitas udara. Tingginya konsentrasi polutan di udara dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih. Masyarakat juga perlu memantau kualitas udara secara berkala sebelum beraktivitas di luar rumah.

Apabila mengalami keluhan, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat disarankan untuk mengurangi paparan asap. Jika keluhan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article