Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Palembang Masih Turun, Minat Warga untuk Jual Lebih Tinggi
Toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Harga emas perhiasan di Palembang turun menjadi sekitar Rp13,6 juta per suku atau 6,7 gram, sementara emas batangan berada di Rp2,5 juta per gram.

  • Meski harga melandai, warga lebih banyak menjual emas daripada membeli karena memprioritaskan kebutuhan harian di tengah kenaikan harga pangan, sembako, dan BBM.

  • Penjualan emas disebut turun hingga 20 persen akibat ekonomi masyarakat yang sulit, sementara permintaan stagnan dan pasokan meningkat karena aksi ambil untung investor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga emas di Palembang pada akhir pekan 4 Oktober 2026 masih turun, sementara minat masyarakat untuk menjual emas lebih tinggi dibandingkan membeli.
  • Who?
    Delta, pemilik toko emas di Kawasan Perumnas Palembang, dan Awi, pemilik toko perhiasan di Kawasan Sako Palembang, melaporkan kondisi pasar tersebut.
  • Where?
    Pergerakan harga dan transaksi emas terjadi di Palembang, termasuk toko emas di Kawasan Perumnas dan toko perhiasan di Kawasan Sako.
  • When?
    Kondisi harga emas dan permintaan pasar terpantau pada akhir pekan, 4 Oktober 2026.
  • Why?
    Masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan harian karena kondisi ekonomi, kenaikan harga pangan dan BBM, serta pemasukan yang tidak bertambah. Pasokan juga meningkat akibat penjualan investor.
  • How?
    Harga perhiasan berada sekitar Rp13,6 juta per suku setara 6,7 gram, sedangkan emas batangan Rp2,5 juta per gram. Permintaan pembelian stagnan dan warga cenderung menjual emas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga emas di Palembang turun. Emas perhiasan harganya sekitar Rp13,6 juta per suku. Banyak orang malah menjual emas, bukan membeli. Mereka butuh uang untuk makan dan kebutuhan lain karena harga sembako dan BBM naik. Toko emas bilang pembeli sekarang tidak banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan ekonomi, emas tetap berperan sebagai aset yang dapat dicairkan warga untuk membantu memenuhi kebutuhan harian. Peralihan minat dari membeli ke menjual menunjukkan adanya pilihan likuid bagi masyarakat saat pemasukan terbatas, sementara aktivitas profit taking dan peningkatan pasokan juga memberi penjelasan atas pergerakan harga yang melandai di pasar Palembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Harga emas di Palembang pada akhir pekan tanggal 4 Oktober 2026 masih terpantau turun. Harga emas kini berada pada kisaran Rp13,6 juta per suku setara 6,7 gram untuk perhiasan. Sedangkan harga emas batangan di angka Rp2,5 juta per gram. Nilai itu, jika dibandingkan dengan awal tahun, terbilang paling rendah.

Walau harga emas saat ini masuk kategori melandai dan terus bergerak dengan tanda panah ke bawah, permintaan di pasar justru turut menurun dan tidak mengalami animo pembelian yang tinggi. Hal itu disebabkan oleh keadaan ekonomi masyarakat yang kurang baik.

"Memang turun, tetapi banyak masyarakat yang memilih untuk menjual emas ketimbang membeli," ujar Delta, salah satu pemilik toko emas di Kawasan Perumnas Palembang.

1. Harga pangan yang tidak terkendali sebabkan minat beli emas turun

Toko emas Makmur Jaya Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan, fenomena harga emas turun diikuti minat pembelian yang juga melandai dikarenakan warga sekitar lebih memilih memenuhi kebutuhan harian dibandingkan membeli emas untuk investasi.

"Karena kalau dulu kan emas turun, masyarakat ramai yang beli untuk investasi, tetapi sekarang mereka jual meskipun harganya turun. Ini pengaruh juga harga pangan yang tidak terkendali," kata dia.

2. Kondisi ekonomi masyarakat dalam kondisi sulit

Toko emas di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Secara pendapatan rata-rata, akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil dan keuangan masyarakat yang berada dalam keadaan minimum, kini nilai jual turun hingga 20 persen. Padahal katanya, bila ekonomi normal, saat harga emas turun, penjualan seharusnya meningkat.

"Kalau penjualan makin turun, mungkin karena kondisi ekonomi yang sekarang ini lagi susah, kebutuhan banyak, tapi pemasukan tidak bertambah. Sehingga mereka terpaksa menjual emas, karena seperti kita ketahui, sekarang harga sembako dan BBM semakin naik,” jelasnya.

3. Kondisi permintaan pasar cenderung stagnan

Toko emas Makmur Jaya Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara itu, kata Awi, pemilik toko perhiasan di Kawasan Sako, Palembang, harga perhiasan cenderung landai karena kondisi profit taking. Yakni, investor menjual emas dalam jumlah banyak setelah harga naik tinggi dan penjualan besar-besaran membuat pasokan naik dan menekan harga.

"Kondisi permintaan pasar cenderung stagnan," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article