Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Perkembangan titik panas atau hotspot di Sumsel masih cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Pada 5 Oktober 2026 tercatat sebanyak 2.512 hotspot. Angka ini turun dibandingkan 1 Oktober yang mencapai 2.758 titik.
Beikut jumlah hotspot mulai 29 September -5 Oktober 2026:
29 September, jumlah hotspot tercatat sebanyak 2.643
30 September, jumlah hotspot 2.589
1 Oktober, jumlah hotspot 2.758
2 Oktober, jumlah hotspot 2.521
3 Oktober, jumlah hotspot 1.821
4 Oktober, jumlah hotspot 2.197
5 Oktober, jumlah hotspot 2.512
Di sisi lain, jumlah kejadian karhutla dalam tujuh hari terakhir menunjukkan tren menurun meski masih terjadi puluhan kasus setiap hari. Pada 1 Oktober, tercatat 76 kejadian menjadi angka tertinggi. Kemudian turun menjadi 70 pada 2 Oktober, 68 pada 3 Oktober, 58 pada 4 Oktober dan 53 kejadian pada 5 Oktober. Sebelumnya, tercatat 69 kejadian pada 29 September dan 70 kejadian pada 30 September.
Data ini menunjukkan meski jumlah kejadian harian mulai menurun, sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan karena kebakaran dan titik panas masih ditemukan dalam jumlah cukup tinggi.
Saat ini penanganan karhutla difokuskan di OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang. Total terdapat 85 kejadian yang menjadi fokus penanganan di enam wilayah tersebut.