Palembang, IDN Times - Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang mengecam tindakan kekerasan terhadap massa aksi saat demonstrasi terkait pengusutan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Mapolda Sumsel. Mereka menilai kekerasan tersebut mencederai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dan mengancam ruang demokrasi bukan hanya bagi mahasiswa, melainkan juga bagi masyarakat sipil.
Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
"Demokrasi bukan untuk dibungkam, aspirasi rakyat bukan untuk dibungkus kekerasan," ujar mahasiswa dalam pernyataan sikap Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang, Selasa (13/10/2026).
