Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cipayung Plus Palembang Soroti Kebebasan Berpendapat Usai Demo Ricuh
Masa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan sikap setelah terjadi kekerasan saat menggelar demonstrasi di Mapolda Sumsel (Dok: Cipayung Plus)
  • Aliansi Cipayung Plus Palembang mengecam kekerasan, intimidasi, persekusi, dan pembubaran paksa terhadap demonstran yang menuntut pengusutan dugaan keterlibatan korporasi dalam karhutla Sumsel.

  • Mereka mendesak insiden di depan Mapolda Sumsel diusut tuntas serta seluruh pihak terlibat diproses hukum, setelah massa disebut mendapat kekerasan sebelum menyampaikan aspirasi.

  • Cipayung Plus meminta Polda Sumsel menjamin keselamatan penyampai aspirasi damai dan menyelidiki kasus secara objektif, transparan, serta profesional demi melindungi hak konstitusional dan ruang demokrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang mengecam tindakan kekerasan terhadap massa aksi saat demonstrasi terkait pengusutan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Mapolda Sumsel. Mereka menilai kekerasan tersebut mencederai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dan mengancam ruang demokrasi bukan hanya bagi mahasiswa, melainkan juga bagi masyarakat sipil.

Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

"Demokrasi bukan untuk dibungkam, aspirasi rakyat bukan untuk dibungkus kekerasan," ujar mahasiswa dalam pernyataan sikap Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang, Selasa (13/10/2026).

1. Desak kekerasan terhadap massa aksi diusut

Masa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan sikap setelah terjadi kekerasan saat menggelar demonstrasi di Mapolda Sumsel (Dok: Cipayung Plus)

Cipayung Plus mengecam tindakan kekerasan, intimidasi, persekusi, dan pembubaran paksa terhadap massa aksi di depan Mapolda Sumsel. Mereka mendesak agar insiden tersebut diusut tuntas dan pihak-pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut mereka, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat secara damai. Karena itu, hak tersebut harus dihormati oleh semua pihak.

"Massa Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang hadir untuk menyuarakan tuntutan hukum untuk korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan di Sumsel. Namun, sebelum aspirasi tersebut tersampaikan, massa aksi justru mendapat tindakan kekerasan dari pihak yang diduga berasal dari ormas dan pihak tidak dikenal," ujar mahasiswa.

2. Minta Polisi Jamin Kebebasan Berpendapat

Ilustrasi protes terhadap kekerasan jurnalis. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/

Selain mendesak pengusutan, Cipayung Plus meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara objektif, transparan, dan profesional. Mereka menilai seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban tanpa pandang bulu.

Cipayung Plus juga mendesak Polda Sumsel untuk menjamin keselamatan mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya intimidasi dan kekerasan terhadap gerakan masyarakat sipil.

"Perbedaan pandangan seharusnya disikapi melalui dialog, bukan tindakan yang mengancam keselamatan orang lain," jelasnya.

3. Sebut kekerasan mengancam ruang demokrasi

Ilustrasi protes terhadap kekerasan jurnalis. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/

Cipayung Plus menilai kekerasan terhadap massa aksi tidak bisa dipandang hanya sebagai benturan fisik di lapangan. Peristiwa tersebut juga menyangkut penghormatan terhadap hak konstitusional warga negara dan kualitas demokrasi di Sumsel.

Karena itu, mereka meminta penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada penyelesaian di lokasi kejadian, tetapi dilanjutkan dengan pengusutan dan penegakan hukum.

"Kekerasan terhadap massa aksi bukan sekadar benturan di lapangan, melainkan persoalan kehormatan hak konstitusional warga dan kualitas demokrasi di Sumsel," beber mahasiswa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article