Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[BREAKING] Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Sumsel Buntut Kabut Asap Tak Kunjung Usai
Penyegelan secara simbolis kantor Gubernur Sumsel di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Aliansi BEM Nusantara Sumsel menyegel simbolis Kantor Gubernur Sumsel di Palembang pada 21 Oktober 2026 setelah dialog dengan pemerintah provinsi tidak mencapai kesepakatan.

  • Mahasiswa memprotes penanganan kabut asap dan karhutla yang dinilai belum serius, serta menilai jawaban Sekda Sumsel Edward Chandra masih normatif tanpa langkah konkret.

  • Aksi ini melanjutkan demonstrasi 5 Oktober 2026, sekaligus menagih janji Gubernur Herman Deru yang disebut pernah menyatakan akan mundur di hadapan mahasiswa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aliansi BEM Nusantara Sumatera Selatan menyegel secara simbolis Kantor Gubernur Sumsel sebagai protes atas tuntutan penanganan kabut asap dan kebakaran hutan serta lahan.
  • Who?
    Massa Aliansi BEM Nusantara Sumatera Selatan, aparat kepolisian, Sekda Sumsel Edward Chandra, serta Gubernur Sumsel Herman Deru terlibat dalam rangkaian aksi dan tuntutan tersebut.
  • Where?
    Penyegelan berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang.
  • When?
    Aksi dilakukan pada Rabu, 21 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut demonstrasi mahasiswa pada 5 Oktober 2026.
  • Why?
    Mahasiswa menyatakan dialog dengan perwakilan Pemprov Sumsel tidak mencapai kesepakatan dan menilai jawaban Edward Chandra masih normatif serta belum memuat langkah konkret penanganan karhutla.
  • How?
    Mahasiswa membentangkan spanduk pernyataan penyegelan di kantor gubernur. Ketegangan dan adu argumen sempat terjadi dengan polisi ketika mahasiswa mendesak penyegelan dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times – Massa Aliansi BEM Nusantara Sumatera Selatan menyegel Kantor Gubernur Sumsel di Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Rabu (21/10/2026). Aksi ini dilakukan setelah dialog dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumsel tak mencapai kesepakatan.

Penyegelan dilakukan secara simbolis dengan membentangkan spanduk berisi pernyataan penyegelan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap tuntutan mereka terkait penanganan kabut asap yang tak kunjung serius dilakukan pemerintah.

Ketegangan sempat terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga. Kedua pihak terlibat adu argumen saat mahasiswa mendesak agar kantor gubernur disegel.

Mahasiswa juga menilai jawaban Sekda Sumsel, Edward Chandra, terkait tuntutan mereka masih normatif dan belum menjawab pertanyaan mengenai langkah konkret pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi ini merupakan tindak lanjut demonstrasi pada 5 Oktober 2026. Mahasiswa juga menagih janji Gubernur Sumsel Herman Deru yang sebelumnya disebut berjanji mundur dari jabatannya di hadapan mahasiswa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article