Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPBD Sumsel Klaim Udara Membaik Usai Penyemaian Dry Ice Dilakukan
Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • BPBD Sumsel mengklaim kualitas udara Palembang membaik setelah tiga sortie penyemaian dry ice, dengan jarak pandang meningkat dari sempat 25 meter menjadi sekitar 2.000 meter.

  • Indeks Standar Pencemar Udara Palembang disebut turun signifikan dari kategori berbahaya. Pesawat telah menebar total 2,4 ton dry ice, masing-masing 800 kilogram per sortie.

  • Penyemaian dry ice masih diuji dan dievaluasi BMKG, BNPB, serta kementerian kehutanan. Operasi modifikasi cuaca dan water bombing menunggu perkembangan awan hujan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang, udara yang penuh asap mulai membaik setelah BPBD Sumsel menebar dry ice dari pesawat tiga kali. Dulu orang cuma bisa melihat sampai 25 meter. Sekarang bisa sampai sekitar 2.000 meter. Pesawat membawa total 2,4 ton dry ice. BPBD, BMKG, dan pihak lain masih mengecek apakah cara ini benar-benar membantu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uji coba penyemaian dry ice di Palembang menunjukkan tanda awal yang menggembirakan, dengan peningkatan jarak pandang dari sempat 25 meter menjadi sekitar 2.000 meter serta penurunan ISPU. Perbaikan ini memberi ruang bagi evaluasi lintas lembaga dan berpotensi mendukung kesiapan operasi penanganan kabut asap berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, setelah 3 sortie penyemaian dry ice dilakukan di Palembang, kondisi udara membaik. Dirinya mengklaim polutan kabut asap di sekitar wilayah pun mengalami penurunan.

"Jarak pandang kemarin (Kamis) sempat 25 meter. Setelah dilaksanakan dua sortie, jarak pandang mengalami peningkatan," ujarnya, dikutip Jumat (16/10/2026).

1. Penyemaian dry ice jadi indikator keberhasilan

Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)

Iqbal mengatakan, adanya perbaikan kualitas udara membantu memperbaiki jarak pandang. Sejak dilakukan selama tiga hari berturut-turut, jarak pandang atau visibility kini sekitar 2 ribu meter.

"Jadi, dry ice ini menjadi salah satu indikator keberhasilan," katanya.

2. Dry ice sudah dilakukan sebanyak 2,4 ton

Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lebih lanjut, ia menyampaikan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang saat ini telah mengalami penurunan. Penurunan itu, kata Iqbal, disebabkan oleh komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan teknologi dry ice.

"Yang mana sebelum dilakukan dry ice kategorinya berbahaya. Setelah dilakukan (dry ice) dan penurunan signifikan, terhadap ISPU," jelas dia.

Iqbal menjelaskan, dalam tiap sortie pesawat membawa 800 kg dry ice. Sehingga, total sudah dilakukan penyemaian sebanyak 2,4 ton dari 3 sortie. Rinciannya, dua sortie dilakukan pada Kamis dan satu sortie pada Jumat (pukul 10.00 WIB).

"Tiap sortie ada 800 kg, kemarin dua sortie dan hari ini baru 1 sortie, tadi pukul 10.00 WIB. Mudah-mudahan bisa 1 sortie lagi hari ini," katanya.

3. Teknologi dry ice masih dalam tahap evaluasi

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dia menyebut, uji coba penyemaian dry ice yang dilakukan masih dalam tahap evaluasi, untuk mengetahui efektivitasnya dalam mengurangi kabut asap di wilayah Palembang.

"Karena masih mencakup uji coba, evaluasi terus dilaksanakan oleh BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan. Untuk masalah bahannya, apakah masih kurang banyak, Nanti akan jadi perhatian," katanya.

Iqbal menambahkan bahwa pesawat penyemaian dry ice masih berangkat dari Lampung. Pasca penyemaian dry ice, diharapkan dapat mengurangi kabut asap dan meningkatkan jarak pandang. Setelahnya, satgas udara seperti pelaksanaan OMC hingga helikopter water bombing bisa beroperasi.

"OMC (dengan NaCl) masih menunggu adanya perkembangan awan hujan, yang mudah-mudahan setelah adanya dry ice asap menjadi terbuka dan naik ke atas dan muncul bibit-bibit awan hujan. Saat muncul nanti, kita informasikan dan akan kita sampaikan ke BMKG untuk menjadi landasan pelaksanaan OMC dan helikopter water bombing bisa terbang," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article