Palembang, IDN Times - Kondisi udara pagi sekitar jam 10.00 WIB terasa begitu pekat. Warna langit cerah berawan biru tak lagi terlihat sejak tiga bulan lalu. Kepungan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di segala penjuru wilayah Sumatra Selatan membuat kualitas udara di Palembang terus menurun. Bahkan hampir satu bulan terakhir, level udara di Palembang berada di titik berbahaya yang artinya tak laik untuk dihirup oleh makhluk hidup.
Dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 22 Oktober 2026, Kota Palembang menembus angka lebih dari seribu. Kondisi ini menjadi indikator bahwa udara yang dihirup sangat tidak sehat. Aroma terbakar dari asap karhutla pun sangat menyengat kala IDN Times duduk dan menunggu di dalam Puskesmas Sabokingking.
Kali ini, reporter IDN Times sengaja datang ke Ruang Aman Asap yang berada di Puskesmas Sabokingking Palembang. Alasannya? Ingin merasakan udara bebas asap.
