Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Mahasiswa 3 Jurnalis dan 1 Polisi Jadi Korban Bentrokan Massa di Polda Sumsel
Masa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan sikap setelah terjadi kekerasan saat menggelar demonstrasi di Mapolda Sumsel (Dok: Cipayung Plus)
  • Bentrokan di depan Polda Sumsel saat aksi Aliansi Cipayung Plus Palembang terkait dugaan pembakaran lahan melukai 10 orang: enam mahasiswa, tiga jurnalis, dan seorang polisi.

  • Enam mahasiswa dari HMI, KAMMI, PMII, GMKI, dan LMND mengalami berbagai luka. Aliansi mengecam kekerasan, menuntut pelaku diproses hukum, serta menyiapkan aksi lanjutan.

  • Tiga jurnalis peliput juga mengalami intimidasi dan kekerasan. Kapolda Sumsel menyatakan pengungkapan kasus akan dituntaskan serta memastikan seluruh korban menerima perawatan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sebanyak 10 orang dilaporkan menjadi korban dalam bentrokan antara massa aksi Aliansi Cipayung Plus Palembang dan sekelompok orang tak dikenal (OTD) di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026). Korban terdiri dari enam mahasiswa, tiga jurnalis, dan satu anggota polisi.

Bentrokan tersebut terjadi saat mahasiswa hendak menggelar aksi unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan di Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan massa aksi, kericuhan melibatkan sekelompok orang tak dikenal yang diduga berupaya membubarkan aksi mahasiswa.

1. Enam korban berasal dari kelompok aliansi

Masa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan sikap setelah terjadi kekerasan saat menggelar demonstrasi di Mapolda Sumsel (Dok: Cipayung Plus)

Enam massa aksi tersebut berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Berdasarkan data aliansi, Taufik dari HMI mengalami luka di bagian dagu, Haris dari KAMMI mengalami luka pada hidung, sedangkan Abdul Basid dari PMII mengalami luka di tangan. Selanjutnya, Sheva dari GMKI mengalami keseleo pada kaki saat diserang. Sementara itu, Noval Arif dari HMI mengalami lebam di kepala dan Fahriza Putra dari LMND mengalami lebam-lebam setelah diduga dipukuli orang tak dikenal (OTD).

"Jangan biarkan kekerasan membungkam suara rakyat, jangan biarkan intimidasi menggantikan dialog, siapa pun pelakunya, apabila terbukti melakukan kekerasan, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," ungkap para mahasiswa dalam pernyataan sikap bersama di halaman kampus UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (13/10/2026).

2. Aliansi Cipayung Plus Palembang Siapkan Aksi Lanjutan

Jurnalis Tribun-sripo Rachmad Kurniawan dan Jurnalis PalTV Mulyadi jadi korban kekerasan dalam peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)

Atas kejadian tersebut, Aliansi Cipayung Plus Palembang menyampaikan kecaman terhadap tindakan kekerasan yang menimpa massa aksi. Mereka meminta agar kebebasan berpendapat tetap dijamin dan pelaku kekerasan diproses sesuai hukum.

"Lawan kekerasan, hentikan persekusi terhadap masa aksi. Jamin kebebasan berpendapat dan tegakkan supremasi hukum," jelas aliansi.

Aliansi tersebut juga menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak. Mereka mendesak agar tindakan kekerasan terhadap massa aksi dihentikan serta supremasi hukum ditegakkan.

"Atas nama masyarakat Sumsel, kami, Aliansi Cipayung Plus Palembang, akan menggelar aksi yang lebih banyak," ucapnya.

3. Tiga jurnalis dan polisi ikut jadi korban

Wartawan Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Rachmad Kurniawan alami kekerasan saat peliputan di depan Mapolda Sumsel (Dok: Wartawan)

Kekerasan dalam bentrokan tersebut tidak hanya menimpa massa mahasiswa. Tiga jurnalis yang sedang melakukan peliputan, yakni Mulyadi dari PalTV, Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel-Sriwijaya Post, dan Yola Dwi Rosdiana dari Ketik.com, turut mengalami intimidasi dan kekerasan. Selain itu, satu anggota polisi juga dilaporkan menjadi korban dalam kericuhan tersebut.

"Kami pastikan proses pengungkapan ini akan kami tuntaskan," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Ronny Samtana.

Ronny menyebut, telah menunjuk kepala RS Bhayangkara Polda Sumsel dan Kabid Dokkes Polda Sumsel untuk memastikan para korban mendapat perawatan medis hingga pulih.

"Yang penting, proses pemulihan sampai benar-benar sehat," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article