Festival perang ketupat (instagram.com/@festivalperangketupattempilang)
Festival perang ketupat memiliki berbagai rangkaian kegiatan. Mengutip dari ubb.ac.id, pada malam hari sebelumnya, tiga dukun Kecamatan Tempilang, yaitu dukun darat, dukun laut, dan dukun yang paling senior. Mereka memulai upacara Penimbongan yang merupakan dipercayai sebagai ritual memberi makan makhluk halus.
Sesaji untuk makanan makhluk halus itu diletakkan di atas penimbong atau rumah-rumahan dari kayu menangor. Pagi harinya, dukun darat dan dukun laut bersatu merapal mantra di depan wadah yang berisi 40 ketupat. Mereka juga berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar perayaan tersebut dilindungi, jauh dari bencana.
Setelah beberapa ritual dilakukan, setelah mendengar aba-aba peluit dari dukun laut, perang ketupat pun dimulai. Ada 20 pemuda yang merupakan peserta perang ketupat langsung menghambur ke tengah dan saling melemparkan ketupat ke arah lawan mereka.
Usai perang, para dukun kemudian melepas perahu kecil yang memuat sesajen ke laut sebagai bentuk persembahan kepada roh-roh di laut. Perang Ketupat memiliki nilai dan makna untuk bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang diharapkan dapat dijadikan pegangan hidup masyarakat setempat.