Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[WANSUS] Ngobrol Bareng M David, Raja Sawer Bakal Manajer Sriwijaya FC
Askot PSSI Palembang Moh David (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Palembang, IDN Times - Senyum malu Moh David terpancar, saat ngobrol bareng IDN Times soal isu dirinya bakal mengisi posisi Manajer Sriwijaya FC (SFC) di Seketariat Askot PSSI Palembang. David menyambut baik tawaran PT Digi Sport Asia terkait keinginan manajemen SFC untuk menjadikan dia sebagai nadi Skuad Laskar Wong Kito.

Moh David yang dikenal 'Raja Sawer' oleh skuad Elang Andalas, memang mencintai dan hobi sepakbola. Bahkan dia menjadi pionir dan pendiri David FC, klub Liga Nusantara di Palembang. Tak hanya minat dengan kulit bundar, Ia pun sangat konsen mengembangkan pembinaan pemain muda berbakat.

1. David akan koordinasi lebih lanjut terkait tawaran jadi Manajer Sriwijaya FC

Sriwijaya FC latihan di Lapangan Jasdam Palembang (Dok. Media Officer Sriwijaya FC)

David kini bertanggung jawab melahirkan generasi muda yang ingin menjadi atlet sepakbola. Komitmen Presiden David FC ini makin terlihat di dunia kulit bundar setelah terpilih sebagai Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Palembang pada pertengahan Desember 2024 lalu.

Dirinya tak memungkiri ada hasrat menjadi manajer Sriwijaya FC. David mengaku siap menerima tawaran tersebut setelah laga terakhir SFC kontra PSMS Medan berlangsung. Namun kepastian menjadi manajer, butuh komunikasi lanjutan dan koordinasi jelas. Ia tak ingin, keputusan untuk membantu Sriwijaya FC justru jadi persoalan baru.

"Soal tawaran untuk jadi bagian Sriwijaya FC, masih perlu banyak berkoordinasi dulu. Seperti apa kedepannya," kata dia, Sabtu (11/1/2025)

2. David ingin membantu Sriwijaya FC bangkitkan legenda double winner

Laga Sriwijaya FC vs PSPS di Pekanbaru (Dok. Media officer Sriwijaya FC)

Julukan Raja Sawer dari pemain Sriwijaya FC, tak terlepas dari sikap royal David terhadap skuad Elang Andalas. Tim, pelatih, dan official Laskar Wong Kito menjadi perhatian utama bagi David sebagai Askot PSSI Palembang. Apalagi kata dia, Sriwijaya FC memiliki nama besar, legendar double winner di kancah Liga 1 Indonesia.

Keinginan David membantu Sriwijaya FC juta atas dasar kecintaannya terhadap sepakbola. David sedari awal mengajukan sebagai calon Askot PSSI Palembang, memang ingin memancing lebih banyak anak muda berbakat, khususnya di industri olahraga.

David konsisten berupaya melahirkan generasi baru sepakbola dari berbagai pembinaan dan seleksi. Bahkan ia pada akhir Desember 2024 menyelenggarakan kompetisi untuk pemain bola U-12 di Stadion Kamboja Palembang. David pun kerap menggelar sparing bola bersama jurnalis Sumatra Selatan (Sumsel).

David pernah aktif sebagai jurnalis TV di Bumi Sriwijaya. Karir David melejit pasca David FC mulai banyak memenangkan kompetisi. Kesuksesan David tak sebatas menjadi jurnalis dan tokoh sepakbola di Palembang, David diketahui memiliki usaha migas dan tambang wilayah Sumsel.

3. Moh David miris melihat kondisi finansial Sriwijaya FC

Sriwijaya FC (IDN Times/Dok. Media Officer SFC)

Sebutan Raja Sawer makin menggema, setelah David memberikan bonus uang terhadap Sriwijaya FC pasca memenangkan laga tuan rumah di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) pekan kedua musim 2024/2025 kontra Bekasi City.

Bagi David, pembagian uang tersebut tak seberapa, melihat Sriwijaya FC dalam kondisi finansial buruk. Dia miris melihat keadaan klub kebanggaan warga Sumsel di situasi sulit. Sriwijaya FC kini diterpa krisis keuangan. Pemain, pelatih dan official belum menerima gaji sesuai perjanjian awal.

"Jadi waktu lawan Bekasi City FC tujuannya memotivasi pemain. Ada pemain nelpon, mengeluhkan krisis klub. Langsung diajak dinner (SFC) uang jajan (Rp10 juta), banyaklah (motivasi lain). Tapi yang jelas itu untuk mengembalikan kepercayaan diri tim," jelas David.

4. Moh David menjanjikan sponsor bagi Sriwijaya FC

Askot PSSI Palembang Moh David (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

David mengatakan, untuk mengelola klub bola dan mempertahankan nama besarnya, tidak cukup hanya sekedar ucapan terima kasih dan spirit psikologis. Hal paling utama, adalah memiliki uang untuk memperbaiki krisis finansial klub.

Ia menyampaikan, jika nanti menjadi manajer Sriwijaya FC, program awal untuk klub adalah mencarikan sponsor dan pendekatan pemimpin lintas sektor di Sumsel. Apalagi sejauh ini, dia sangat rutin mendukung SFC dari balik layar.

"Harapannya, semua terselesaikan (krisis finansial) saat bergabung Sriwijaya FC," katanya.

5. Profil singkat Moh David bakal manajer Sriwijaya FC

Kehadiran Suporter Sriwijaya FC Ultras Palembang di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ) Palembang (Foto: IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Bukan hanya ingin memperbaiki masalah internal Sriwijaya FC, David juga mau mengelola Stadion Kamboja Palembang, sebagai tempat utama melahirkan pemain muda sepakbola berbakat.

David sangat prihatin melihat kondisi Stadion Kamboja Palembang yang kurang perhatian. Dari sisi lapangan, Stadion Kamboja termasuk dalam kategori kurang layak untuk menggelar pertandingan sepak bola, padahal lapangan itu banyak menciptakan atlet-atlet potensial terutama di dunia kulit bundar.

Kondisi Stadion Kamboja Palembang tak layak jadi lokasi olahraga karena lapangan banyak tumbuh rumput liar. Bahkan berbagai sisi lapangan dan kondisi tribun yang sudah lama tidak dirawat menunjukkan stadion butuh pemugaran.

"Kalau mendapat kesempatan, Askot PSSI Palembang siap mengelola Stadion Kamboja," katanya.

David berhadap sepkbola di Sumsel terutama dari Palembang melahirkan bibit-bibit luar biasa. Tujuannya agar anak muda potensial bisa berprestasi kancah nasional bahkam internasional.

Berikut profil singkat Moh David:

Nama: Moh David

TTL: Palembang, 3 Mei 1982

Alamat: Jl Kapten A Rivai Kecamatan Bukit Kecil

Hobi: Sepak bola

Riwayat Pekerjaan/Karir:

  • Ketua IJTI Sumsel
  • Pengusaha Tambang Migas
  • Presiden Klub Sepak Bola David FC

Editorial Team