Laga Semen Padang FC vs Persijap Jepara (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Baru dimulai babak pertama, Semen Padang FC langsung mendapatkan tekanan dari sang tamu yang mencoba memberikan serangan melalui lini kiri. Tetapi, upaya itu dapat dihentikan oleh Angelo Menesses yang berujung pada pelanggaran. Peluang di menit awal pertandingan itu tidak disia-siakan oleh Persik Kediri.
Bola mati yang dieksekusi oleh Telmo Fereira melambung tinggi di depan gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario dan disambut oleh José Enrique. Rendy yang sudah berdekatan dengan Ravi Sousa tak mampu menghadang bola dan Semen Padang FC langsung kebobolan di menit awal pertandingan.
Meski telah unggul dari sang tuan rumah, Persik Kediri terus memberikan tekanan pada lini pertahanan Semen Padang FC untuk menambah keunggulan. Semen Padang FC yang telah tertinggal juga mencoba bangkit melalui beberapa skema serangan yang coba diatur untuk bisa menyamakan kedudukan.
Tetapi, upaya demi upaya yang dilakukan untuk membongkar lini pertahanan Persik Kediri masih sia-sia dan tidak bisa menembus tembok kokoh Persik Kediri. José Enrique dan kawan-kawan juga terus mencoba memaksimalkan peluang demi peluang yang didapatkan untuk bisa menambah keunggulannya.
Imran Nahumarury, yang melihat serangan demi serangan yang selalu patah, langsung melakukan pergantian para pemainnya. Ravi Soausa dan Ricki Ahriansyah ditarik keluar dan ia memasukkan Rosad Setiawan dan Zidane Pramudya.
Pergantian tersebut membuat lini serang Semen Padang FC mulai membaik. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi sayang peluang tersebut masih belum bisa berbuah gol.
Tumpulnya lini serang Semen Padang FC yang tidak bisa menciptakan gol dalam 5 laga terakhir terlihat sangat jelas. Di mana para penyerang yang tidak bisa mencetak gol ke gawang lawannya.
Hingga akhir babak pertama, kedua tim tidak lagi bisa menciptakan gol, baik Semen Padang FC yang tertinggal sejak menit awal pertandingan maupun Persik Kediri yang unggul lebih awal.