Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semen Padang FC Tunduk 0-3 dari Persik Kediri, Catatkan 7 Kekalahan
Laga Semen Padang FC vs Madura United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Semen Padang FC kalah 0-3 dari Persik Kediri di Stadion H Agus Salim, menambah catatan buruk tanpa kemenangan dan tanpa gol dalam tujuh laga terakhir.
  • Persik Kediri mencetak tiga gol melalui aksi Jose Enrique dan Adrian Nicolas Luna, memastikan kemenangan penting untuk menjauh dari zona degradasi Liga Super Indonesia.
  • Meskipun melakukan beberapa pergantian pemain dan sempat mencetak gol yang dianulir, Semen Padang FC tetap gagal memecah kebuntuan sejak Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Semen Padang FC kembali menelan kekalahan saat menjamu Persik Kediri pada laga pekan ke-32 Liga Super Indonesia musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang, Jumat (8/5/2026).

Pertandingan yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB tersebut berakhir dengan skor 0-3 untuk kemenangan sang tamu yang memang membutuhkan poin untuk memastikan diri bisa bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.

Dengan kekalahan tersebut, Semen Padang FC mencatatkan 7 kali kekalahan sepanjang putaran kedua Liga Super Indonesia musim 2025/2026 dan 7 kali laga tanpa menciptakan gol.

1. Babak pertama

Laga Semen Padang FC vs Persijap Jepara (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Baru dimulai babak pertama, Semen Padang FC langsung mendapatkan tekanan dari sang tamu yang mencoba memberikan serangan melalui lini kiri. Tetapi, upaya itu dapat dihentikan oleh Angelo Menesses yang berujung pada pelanggaran. Peluang di menit awal pertandingan itu tidak disia-siakan oleh Persik Kediri.

Bola mati yang dieksekusi oleh Telmo Fereira melambung tinggi di depan gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario dan disambut oleh José Enrique. Rendy yang sudah berdekatan dengan Ravi Sousa tak mampu menghadang bola dan Semen Padang FC langsung kebobolan di menit awal pertandingan.

Meski telah unggul dari sang tuan rumah, Persik Kediri terus memberikan tekanan pada lini pertahanan Semen Padang FC untuk menambah keunggulan. Semen Padang FC yang telah tertinggal juga mencoba bangkit melalui beberapa skema serangan yang coba diatur untuk bisa menyamakan kedudukan.

Tetapi, upaya demi upaya yang dilakukan untuk membongkar lini pertahanan Persik Kediri masih sia-sia dan tidak bisa menembus tembok kokoh Persik Kediri. José Enrique dan kawan-kawan juga terus mencoba memaksimalkan peluang demi peluang yang didapatkan untuk bisa menambah keunggulannya.

Imran Nahumarury, yang melihat serangan demi serangan yang selalu patah, langsung melakukan pergantian para pemainnya. Ravi Soausa dan Ricki Ahriansyah ditarik keluar dan ia memasukkan Rosad Setiawan dan Zidane Pramudya.

Pergantian tersebut membuat lini serang Semen Padang FC mulai membaik. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi sayang peluang tersebut masih belum bisa berbuah gol.

Tumpulnya lini serang Semen Padang FC yang tidak bisa menciptakan gol dalam 5 laga terakhir terlihat sangat jelas. Di mana para penyerang yang tidak bisa mencetak gol ke gawang lawannya.

Hingga akhir babak pertama, kedua tim tidak lagi bisa menciptakan gol, baik Semen Padang FC yang tertinggal sejak menit awal pertandingan maupun Persik Kediri yang unggul lebih awal.

2. Babak kedua

Laga Semen Padang FC vs Madura United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di mulainya babak kedua, Imran Nahumarury kembali melakukan pergantian. Ia memasukkan Samuel Simanjuntak dan Muhammad Kasim Botan dan menarik keluar Ade Kristiano dan Ayraq Gufran.

Persik Kediri yang ingin menambah keunggulannya terus memberikan tekanan pada lini pertahanan Semen Padang FC untuk memastikan diri selamat dari zona degradasi. Upaya serangan tersebut akhirnya berbuah gol kedua melalui sepakan José Enrique yang berhasil menyontek bola ke dalam gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario.

Selang 2 menit, Persik Kediri kembali menciptakan gol melalui sepakan keras Adrian Nicolas Luna pada menit ke-55 yang masih tidak mampu diantisipasi oleh pemain Semen Padang FC.

Gol ketiga tersebut membuat Persik Kediri semakin percaya diri untuk bisa memenangkan laga tersebut dan memberikan kekalahan beruntun ke-6 untuk Semen Padang FC.

Menit ke-60, Semen Padang FC akhirnya berhasil mencoba memberikan perlawanan melalui sepakan keras yang dilesatkan oleh Ripal Wahyudi dan setelah berhasil ditepis oleh Leonardo Navachio, Guellermo berhasil menyontekkan bola ke dalam gawang. Sayangnya, gol tersebut harus dianulir oleh wasit karena sang striker Semen Padang FC telah berada di posisi offside dan gol itu tidak disahkan.

Dengan semangat yang tersisa, anak-anak Bukit Karang Putih mencoba memberikan perlawanan dari berbagai lini untuk bisa memperkecil ketertinggalan dan menciptakan gol yang sudah lama tidak pernah terjadi sejak 6 pertandingan sebelumnya.

Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit, Semen Padang FC masih tidak mampu menciptakan gol dan Persik Kediri berhasil membawa pulang 3 poin dari kandang Semen Padang FC.

3. Kalah 7 kali beruntun

Laga Semen Padang FC vs Persijap Jepara (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kekalahan dari Persik Kediri pada laga pekan ke-32 tersebut membuat Semen Padang FC kembali mencatatkan rekor kekalahan 7 kali beruntun dan tanpa bisa menciptakan gol.

Semen Padang FC terakhir memenangkan pertandingan saat bertandang ke kandang PSBS Biak pada awal Maret 2026 lalu dengan skor 0-2. Pertandingan itu juga menjadi akhir bagi Semen Padang FC yang bisa menciptakan gol.

Meski laga menghadapi Persis Solo berakhir dengan skor 2-1, gol yang tercipta untuk Semen Padang FC tersebut merupakan gol bunuh diri yang diciptakan oleh bek lawan.

Hingga saat ini, Semen Padang FC masih belum bisa menciptakan gol melalui skema serangan ataupun peluang dari bola mati yang didapatkan atas beberapa pelanggaran.

Editorial Team