Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semen Padang FC Kalah 2-1 dari Persis Solo, Gagal Bawa Pulang Poin
Duel udara pemain Semen Padang FC dan pemain PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Semen Padang FC kalah 2-1 dari Persis Solo pada pekan ke-27 Liga Super Indonesia 2025/2026, membuat mereka gagal keluar dari zona degradasi.
  • Laga berlangsung sengit di Stadion Manahan Solo dengan kondisi hujan deras yang menyebabkan genangan air dan sempat menghentikan pertandingan sementara.
  • Gol bunuh diri pemain Persis Solo sempat menyamakan skor, namun Dimitri memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol menit ke-77.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Semen Padang FC gagal mendapatkan kemenangan yang diharapkan bisa diperoleh di kandang Persis Solo pada laga pekan ke-27 Liga Super Indonesia musim 2025/2026.

Tim berjuluk Kabau Sirah itu harus mengakui keunggulan Persis Solo usai tunduk dengan skor akhir 2-1 dari sang tuan rumah yang bermain dengan tangguh. Pulang dengan tangan kosong, Semen Padang FC gagal mendapatkan peluang untuk keluar dari zona degradasi yang seharusnya bisa didapatkan.

1. Babak pertama

Pemain Semen Padang FC, Frise menggiring bola saat menghadapi PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di babak pertama, Semen Padang FC langsung memberikan tekanan pada lini pertahanan Persis Solo demi peluang untuk menciptakan gol. Menit ke-5, Semen Padang FC langsung bisa mendapatkan peluang dari serangan yang diatur dari lini tengah dan berhasil membahayakan gawang yang dijaga oleh Muhammad Riyandi.

Persis Solo yang tidak mau ketinggalan mencoba melakukan tekanan balik dengan pola serangan cepat dan terukur dengan tiga sentuhan langsung mencapai lini pertahanan Semen Padang FC. Tendangan yang dilesatkan oleh Bruno Gomes, yang merupakan mantan pemain Semen Padang FC, masih melebar di sisi kiri gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario.

Hujan deras yang membasahi lapangan Stadion Manahan Solo tak menyurutkan semangat anak-anak Bukit Karang Putih untuk bisa mendapatkan poin pada laga tersebut.

Berbagai peluang terus dicoba untuk bisa mendapatkan sebuah gol keunggulan. Tetapi peluang yang diciptakan tersebut masih dapat diantisipasi oleh Luca Dumancic dan kawan-kawan di lini pertahanan Persis Solo.

Kasim Botan, yang biasanya memberikan berbagai umpan dari kanan lini serang Semen Padang FC, hampir tak berkutik oleh Alex van Dijk yang terus memberikan tekanan setiap kali ia menggiring si kulit bundar.

Sementara, Persis Solo terus mencoba membuat peluang-peluang untuk bisa mengungguli tamunya yang datang untuk mencuri 3 poin di kandangnya.

Benar saja, pada menit ke-36, tendangan keras Miroslav Maricic dari luar kotak penalti berhasil mencabik gawang Rendy Oscario yang memberikan keunggulan untuk Persis Solo. Semen Padang FC yang sudah tertinggal terus mencoba memberikan tekanan dan menciptakan peluang. Tendangan keras Froese hampir mencabik gawang Muhammad Riyandi.

Sayangnya, tendangan tersebut masih membentur mistar gawang dan peluang itu masih terbuang sia-sia, dan Semen Padang FC tetap gagal mengejar ketertinggalannya. Hingga akhir babak pertama, Semen Padang FC terpaksa tunduk kepada sang tuan rumah setelah gagal menciptakan gol dari pola serangan yang dibuat.

2. Babak kedua

Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di babak kedua, wasit terpaksa harus menghentikan pertandingan sementara karena banyaknya genangan di dalam lapangan dan dikhawatirkan akan mengakibatkan cedera. Genangan tersebut mulai terbentuk setelah hujan deras mengguyur Kota Surakarta sejak laga babak pertama dimulai yang mengakibatkan pergerakan bola menjadi melambat.

Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, wasit akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pertandingan di tengah keadaan lapangan yang tergenang air. Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumaruri, memutuskan melakukan pergantian pada awal babak kedua. Ia menarik keluar Kasim Botan dan memasukkan Firman Juliansyah.

Sementara, Pelatih Persis Solo, Miromir Seslija juga menarik keluar Bruno Gomes dan memasukkan Dimitri Lima Souza untuk memasukkan tenaga baru.

Semen Padang FC terus berupaya untuk mendapatkan peluang dan mengimbangi skor melalui berbagai pola serangan yang memungkinkan untuk memperoleh gol. Gol yang diinginkan akhirnya didapatkan pada menit ke-68. Tetapi bukan dari pemain Semen Padang FC, melainkan gol bunuh diri dari pemain Persis Solo.

Crossing yang diberikan oleh Froese ke depan gawang Persis Solo yang coba ditepis oleh Muhammad Riyandi dan akhirnya mengenai kepala rekannya dan membuat bola berubah arah ke dalam gawangnya.

Dengan gol tersebut, skor berubah menjadi 1-1. Karena skor berubah menjadi imbang, Persis Solo kembali memberikan tekanan pada lini pertahanan Semen Padang FC. Tapi peluang yang tercipta masih belum bisa membuat Persis Solo kembali unggul dari sang tamu yang berhasil menyusul setelah keunggulan pada babak pertama.

Semen Padang FC juga tidak ingin pulang dengan tangan kosong. Berbagai peluang coba diciptakan melalui umpan-umpan matang ke lini pertahanan Persis Solo.

Pada menit ke-77, Persis Solo akhirnya kembali menciptakan gol yang membuatnya kembali unggul dari sang tamu melalui sepakan lambat Dimitri yang tak mampu diantisipasi oleh Rendy Oscario.

Semen Padang FC terus mencoba untuk kembali menyamakan kedudukan. Tetapi peluang demi peluang yang diciptakan gagal untuk mendapatkan gol kedua. Hingga wasit meniup peluit panjang, Semen Padang FC gagal menciptakan gol penyeimbang dan terpaksa harus tunduk dari Persis Solo untuk kedua kalinya pada musim ini.

3. Genangan air di lapangan

Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Hujan deras yang melanda Solo sejak babak pertama membuat genangan air di hampir semua lapangan pada babak kedua, yang membuat tim Semen Padang FC kesulitan untuk bermain maksimal.

Hal tersebut terjadi karena bola sulit dikendalikan dan beberapa kali Persis Solo mendapatkan peluang karena operan terhambat oleh genangan air. Terlebih, Semen Padang FC yang terbiasa dengan bermain possession player menjadi cukup sulit. Karena air yang sering menghentikan pergerakan bola.

Sementara, Persis Solo yang bermain dengan strategi direct ball beruntung dengan keadaan lapangan tersebut dan mempermudah mereka untuk mengirimkan umpan.

Editorial Team