Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pupus Asa Semen Padang FC, Alhassan Wakaso Tetap Disanksi Berat
Pemain Semen Padang FC latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Komisi Disiplin menolak banding manajemen Semen Padang FC terkait sanksi tidak boleh bermain Alhassan Wakaso selama lima laga.
  • Eduardo Almeida kecewa dengan penolakan banding, merasa ketidakadilan karena banding Persib Bandung berhasil mengurangi sanksi.
  • Alhassan Wakaso mendapat kartu merah dan sanksi karena protes kepada wasit dalam pertandingan melawan Persis Solo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Upaya tim Semen Padang FC untuk bisa menyelamatkan Alhassan Wakaso dari sanksi tidak boleh bermain di lima laga pupus setelah Komisi Disiplin menyatakan penolakan terhadap banding yang dilakukan.

"Komisi Disiplin menyatakan menolak banding yang telah kami ajukan dan beberapa pertimbangan yang juga sudah kami lampirkan," kata pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida dalam konferensi pers jelang laga menghadapi Persib Bandung, Minggu (9/3/2025).

Ia mengungkapkan, surat penolakan tersebut telah diterima oleh manajemen dan sanksi untuk pemain asal Ghana tersebut tetap tidak bisa berlaga selama lima pertandingan.

1. Kecewa dengan penolakan banding

Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Eduardo Almeida nampak sangat kecewa dengan penolakan banding tersebut. Diketahui, banding diajukan oleh manajemen Semen Padang FC atas sanksi tidak boleh berlaga dalam 5 pertandingan untuk Alhassan Wakaso, karena merasa adanya ketidakadilan dalam hukuman yang dijatuhkan.

Hal itu terlihat saat ia membandingkan dengan pengajuan banding yang pernah dilakukan oleh Persib Bandung beberapa waktu lalu.

"Persib Bandung mengajukan banding, dari sanksi empat pertandingan berubah menjadi 2 pertandingan. Tetapi ini tidak berubah," katanya.

2. Duduk perkara sanksi larangan bertanding 5 kali untuk Alhassan Wakaso

Pemain Semen Padang FC latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Seperti diketahui, Alhassan Wakaso diganjar kartu merah oleh wasit saat menghadapi Persis Solo pada laga pekan ke-25 Liga Indonesia 2024/2025 lalu. Kartu merah tersebut diberikan saat pemain bernomor punggung 30 itu melakukan protes kepada wasit saat dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap pemain Persis Solo.

Dalam protes tersebut, Alhassan Wakaso sempat melemparkan bola ke bawah dan tidak menerima keputusan wasit yang menyatakan itu adalah sebuah pelanggaran. Dengan keadaan tersebut, Alhassan Wakaso sempat mengucapkan kalimat kasar yang tidak diketahui apakah itu ditujukan kepada wasit atau tidak.

3. Penilaian pelatih

Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida saat konferensi pers jelang laga melawan Persib Bandung (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Eduardo Almeida dalam konferensi pers beberapa waktu lalu sempat menyinggung soal pernyataan yang dikeluarkan oleh Alhassan Wakaso saat menghadapi Persis Solo tersebut.

"Dia mengucapkan f*ck *ff  yang berarti dia kesal terhadap dirinya sendiri. Bukan berarti itu ditujukan kepada wasit," katanya.

Menurutnya, jika kata kasar dalam bahasa Inggris diberikan sanksi seperti itu, ia mempertanyakan tentang kata-kata kasar yang diucapkan dalam bahasa lainnya seperti bahasa Spanyol hingga bahasa daerah seperti janc*k.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team