Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Owner Sriwijaya FC: Herman Deru Tak Respons Kesulitan Kami
Owner PT Digi Asia Alexander Rusli
  • Herman Deru tidak merespons kesulitan Sriwijaya FC
  • Sponsor Sriwijaya FC minim, hanya dua sponsor yang mendukung
  • Pemain mogok berlaga dapat membuat Sriwijaya FC kalah Walk Out dan terancam bubar
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Owner PT Digi Asia Alexander Rusli mengungkapkan, Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) terpilih, Herman Deru, tidak merespons kesulitan Sriwijaya FC (SFC). Padahal dari informasi sebelumnya, elemen suporter Laskar Wong Kito mengklaim pihak Herman Deru ada minat untuk mengelola klub kebanggaan warga Sumsel.

"Saya coba WhatsApp tidak dibalas, telepon tak diangkat. Gak ada yang mau mengangkat telepon (Herman Deru dan sponsor) saya," kata Alex, saat menggelar jumpa pers di Kantor Seketariat Sriwijaya FC, Jumat (13/12/2024).

1. Sriwijaya FC dibayangi denda Rp3 miliar

Sriwijaya FC vs PSKC Cimahi di Stadion Jalak Harupat Bandung (Dok. Media Officer untuk IDN Times)

Alex juga terang-terangan mengenai sponsor Sriwijaya FC yang sangat minim. Saat ini, hanya dua sponsor yang mendukung Laskar Wong Kito yakni PT Pusri dan Essa.

"Pemain gak mau main, kita didenda Rp3 miliar, balikin saja (manajemen) ke PT SOM. Tinggal kita pailit, kita tarik saja (bubarkan)" jelas Alex.

2. Sriwijaya FC kehilangan 3 poin jika kalah WO

Petisi #SaveSFC (tangkapan layar dalam grup dulur Sriwijaya FC)

Apabila pemain memilih mogok berlaga, kata Alex, secara otomatis tim kehilangan 3 poin dengan status Sriwijaya FC kalah Walk Out (WO). Kerumitan itu sekaligus membuat klub kena sanksi dan secara tidak langsung harus mundur dari Liga 2.

Merujuk regulasi Kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 pasal 7 terkait pengunduran diri setelah kompetisi dimulai, maka ada konsekuensi sanksinya. Risiko tersebut salah satunya denda sebesar Rp3 miliar apabila mengundurkan diri pada putaran 2 atau putaran final.

3. Manajemen Sriwijaya FC pasrah karena tidak ada uang

Pemain Sriwijaya FC musim 2024/2025 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kondisi Sriwijaya FC dengan keadaan pemain yang mogok berlaga berpotensi bubar dan tim 'failed' jika pemain masih keukeuh tak ingin menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (14/12/2024) sebagai tuan rumah.

"Kalau itu terjadi (pemain tidak mau berlaga), mau bagaimana lagi. Saat ini sedang tidak ada uang. Bisa saja nanti klub ini akan dipailitkan (failed)," kata dia.

4. Elemen Suporter klaim pihak Herman Deru bakal ambil alih pengelolaan Sriwijaya FC

Suporter Sriwijaya FC Qusoi (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, perwakilan suporter Sriwijaya FC (SFC) Qusoi menyatakan, menantu gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) terpilih siap menjadi manajer Skuad Laskar Wong Kito.

Menantu Herman Deru tersebut adalah Syamsuddin Isaac Suryamanggala. Dia merupakan seorang dokter dan Direktur Utama Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang. Syamsuddin adalah seorang dokter kandungan sekaligus sosok yang mencintai olahraga sepak bola.

“Syamsuddin kemaren sewaktu mengikuti liga OPD SUMSEL, yang juara adalah rumah sakit Siti Fatimah, nah disitu aku melihat kredibilitasnya (Syamsuddin), memang mencintai bola kaki, dan dia siap meluncurkan dana," kata Qusoi.

Selain Herman Deru, Qusoi menyebut pihak Wakil Gubernur Sumsel terpilih Cik Ujang pun akan andil dalam menyelamatkan klub kesayangan Wong Kito tersebut.

"Orang kepercayaan dari Cik Ujang sudah nelpon aku, bahwa Cik Ujang akan menyelesaikan masalah ini, intinya Herman Deru akan menepati janjinya, pada periode pertama, untuk menaikkan Sriwijaya FC dari liga 2 ke Liga 1," jelasnya.

Editorial Team