Laga Pegadaian Liga 2 antara Sumsel United menghadapi Adhyaksa FC Banten (Dok: MO Sumsel United)
Menurunnya fokus dan koordinasi antarpemain menjadi salah satu faktor kekalahan Sumsel United, yang berdampak pada rapuhnya lini pertahanan hingga tumpulnya lini serang. Berdasarkan statistik pertandingan, Laskar Juaro hanya mampu melepaskan delapan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran dan satu berbuah gol.
Sumsel United harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten setelah dikejutkan dua gol cepat Adilson Silva pada menit ke-6 dan menit ke-70. Meski demikian, tim asuhan Nilmaizar mampu bangkit di babak kedua dengan mencatatkan penguasaan bola 53 persen, 291 umpan sukses dari 355 percobaan dengan akurasi 82 persen, serta menciptakan enam peluang.
Performa defensif juga membaik dengan torehan 17 tekel sukses, 24 intersepsi, dan 22 sapuan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan Nilmaizar untuk mengubah jalannya laga, termasuk memasukkan Tomi Darmawan dan Syahril Aprizal usai turun minum, serta pergantian lanjutan pada menit ke-63, 67, dan 76 guna menjaga intensitas permainan.