Pemain Semen Padang FC, Frise menggiring bola saat menghadapi PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Memasuki babak kedua, Dewa United semakin memberikan tekanan ke lini pertahanan Semen Padang FC untuk bisa menggandakan keunggulannya.
Tapi, banyaknya pemain Semen Padang FC di area kotak penalti membuat para pemain Dewa United sulit untuk membongkar lini pertahanan yang dijaga ketat tersebut.
Akhirnya, Semen Padang FC mendapatkan sebuah peluang yang cukup baik melalui umpan yang dilesatkan oleh Diego Mauricio yang mampu dijangkau dengan baik oleh Kazaki Nakagawa.
Sayangnya, sundulan pemain asal Negeri Sakura itu masih mampu diantisipasi oleh Soni Marciano Steven yang sudah bersiap di bawah mistar gawang Dewa United.
Mendapatkan tekanan tersebut, Dewa United kembali melakukan serangan untuk bisa menciptakan gol keduanya pada laga tersebut. Beberapa peluang bahkan cukup sulit untuk kembali menjebol gawang Rendy Oscario.
Karena tumpulnya lini serang Semen Padang FC, pelatih Amran Nahumaruri melakukan pergantian. Ia menarik keluar Diego Mauricio dan memasukkan Kasim Botan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Johanes Hendrikus yang merasa lini serangnya tidak terlalu tajam. Ia mengeluarkan beberapa pemainnya dan memasukkan 3 pemain cadangan. Salah satunya Stevano Lilipali yang dimasukkan menggantika Egy Maulana Fikri.
Mendekati menit akhir, pemain Semen Padang FC baru bisa memberikan tekanan ke lini pertahanan Dewa United. Tapi, upaya tersebut masih belum bisa untuk menyamakan kedudukan.
Peluang yang didapatkan di menit akhir masih belum bisa menjebol pertahanan Bali United dan menciptakan gol penyeimbang untuk bisa memberikan peluang selamat dari zona degradasi.